JAKARTA – DPR berusaha menambah jumlah kursi wakil rakyat melalui revisi UU Pemilu. Usulan terkuat saat ini adalah penambahan 19 kursi dengan alasan penataan ulang daerah pemilihan dan pemekaran wilayah. Jika disetujui, jumlah anggota DPR hasil Pemilu Legislatif 2019 mendatang naik dari 560 menjadi 579 orang. Namun, usul penambahan kursi itu mengundang banyak reaksi negatif. Sebab, jika merujuk pengalaman-pengalaman sebelumnya, penambahan kursi wakil rakyat tidak berbanding lurus dengan kenaikan kinerja. Sebaliknya, yang terjadi adalah pembengkakan anggaran. Ketua Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan, merunut kajiannya, penambahan anggota DPR sudah dilakukan empat kali. Dari yang awalnya hanya 260 orang kini membengkak menjadi 560 orang. Sayangnya, penambahan tersebut tidak berdampak pada kualitas kinerja. ”Misalnya, jika dikaitkan dengan penyelesaian prolegnas (program legislasi nasional). Sejak dulu ya hanya terpenuhi 10 persen setiap tahun,” ujarnya di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta. Demikian juga halnya dengan tahun ini, di antara 51 prolegnas 2017, baru tiga yang diselesaikan. Yakni, UU Pengesahan Persetujuan Pemerintah RI-Filipina tentang ZOE 2014, UU Sistem Perbukuan, dan UU Pemajuan Kebudayaan. Padahal, 2017 hampir memasuki tengah tahun. Jika jumlah anggota DPR bertambah, ada peluang pengambilan keputusan semakin lama. Karena itu, Feri meminta pemerintah dan Pansus RUU Pemilu tidak memaksakan diri melakukan penambahan. Sebagai gantinya, cukup melakukan redestribusi ulang jumlah anggota di setiap daerah pemilihannya. ”Untuk daerah otonomi baru, cukup ambil dari daerah induknya. Yang kurang, ambil dari daerah yang berlebih,” terangnya. Berdasar asas proporsionalitas, lanjut dia, ada daerah yang secara hitung-hitungan berlebih. Misalnya, dapil Sulawesi Selatan semestinya mendapat jatah 19, tetapi saat ini memiliki 25 kursi. Lalu, dapil Sumatera Barat yang seharusnya 11 kursi kini memiliki 14 kursi. Kelebihan tersebut bisa diberikan ke daerah yang kurang, seperti Kepulauan Riau. Direktur Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam mengungkapkan, penambahan jumlah kursi anggota dewan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Jika usulan 19 kursi tambahan disetujui, misalnya, dalam setahun ada tambahan gaji Rp 14 miliar. ”Belum lagi ditambah dana reses dan dana aspirasi hingga Rp 2 miliar per anggotanya. Penambahan staf masing-masing lima orang hingga uang mobil Rp 150 juta per anggota,” terangnya. Ironisnya, penambahan tersebut justru terjadi saat negara tengah menggenjot program penghematan. ’’Daerah diminta hemat, pemerintah pusat semestinya memberikan contoh,” tuturnya. Peneliti Perludem Heroik Pratama menambahkan, anggapan pemerintah dan pansus yang menjadikan bertambahnya jumlah penduduk sebagai alasan tidaklah relevan. Di beberapa negara yang secara jumlah penduduk lebih banyak, jumlah anggota legislatifnya lebih kecil. ”Amerika dengan jumlah penduduk sekitar 325 juta hanya 435 orang. India dengan 1 miliar lebih, hanya 552 orang,” tuturnya. (far/c7/fat)
Tambahan Kursi Tak Jamin Kinerja Anggota Dewan
Selasa 30-05-2017,12:30 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 20-03-2026,03:02 WIB
Pemilik Como 1907 Michael Bambang Hartono Meninggal, Klub Siap Beri Penghormatan
Jumat 20-03-2026,13:30 WIB
Cicilan Motor Listrik Polytron Fox 350 Makin Terjangkau, Ini Skema Lengkap dan Simulasinya
Jumat 20-03-2026,10:30 WIB
5 Manfaat Buncis untuk Kesehatan, Dari Jaga Mata hingga Cegah Kanker
Jumat 20-03-2026,03:38 WIB
Kabar Baik! Stadion GBK Siap Gelar FIFA Series 2026, Ini Jadwal Timnas Indonesia
Jumat 20-03-2026,11:34 WIB
Arus Mudik H-1 Lebaran 2026: One Way Masih Berlaku di Tol Cipali, Lalu Lintas Lancar
Terkini
Sabtu 21-03-2026,02:01 WIB
Polresta Cirebon Sita 1.892 Botol Miras, Operasi Pekat Jelang Lebaran Diperketat
Jumat 20-03-2026,22:00 WIB
Jalur Pantura Susukan Sepi di H-1 Lebaran, Pedagang Pilih Kukud Lebih Awal
Jumat 20-03-2026,21:23 WIB
Update Tol Cipali Malam Ini: Arus Normal, Ribuan Kendaraan Masih Melintas
Jumat 20-03-2026,21:01 WIB
Borussia Monchengladbach Lepas Kevin Diks, Perkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Jumat 20-03-2026,20:01 WIB