KETUA Umum SOKSI Ade Komarudin (Akom) menilai perjalanan reformasi selama 19 tahun tidak memiliki kontribusi apa-apa untuk penguatan kehidupan berbangsa. Justru saat ini baru terasa bahwa pondasi kenegaraan telah digoyang berbagai hantaman. Akom mengusulkan adanya landasan hukum setara undang-undang, yang menetapkan sebuah badan yang memantau pelaksanaan nilai-nilai Pancasila. Akom yang juga mantan ketua DPR menyebut, ada hantaman kapal besar berupa kapitalisme dan liberalisme yang sudah menghegemoni seluruh sendi kehidupan. Selain itu, muncul kapal perusak berwujud terorisme dan kapal selam komunisme yang diam-diam ingin merusak landasan bernegara. “Kapitalisme dan liberalisme telah mencengkeram hampir seluruh tatanan kehidupan bangsa,” kata Akom dalam keterangannya. Menurut Akom, situasi rusak yang paling menonjol adalah bidang politik. Sudah ratusan kepala daerah, mulai bupati, wali kota, sampai gubernur, tertangkap akibat kasus korupsi. Tercatat ada 285 kepala daerah yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dan telah diproses hukum. Hal yang tidak kalah rusak terjadi di sektor ekonomi. “Bidang ekonomi, sedikitnya ada 20 UU bidang ekonomi yang bertentangan dengan semangat ekonomi kerakyatan di UUD 1945, termasuk UU Minerba,” ujarnya. Isu politik, kata Akom, juga telah mencampuri dunia pendidikan. Kendati tidak ada kasus besar, guru di sekolah ikut berkampanye mengajarkan untuk tidak pilih kandidat A atau B. “Padahal, guru yang ikut kampanye itu adalah guru SD,” ujarnya. Menurut Akom, pemerintah perlu mempertimbangkan untuk mengembalikan mata kuliah kewarganegaraan ataupun pendidikan Pancasila di dunia pendidikan. TV dan media sosial juga harus bisa dioptimalkan untuk memberikan pendidikan Pancasila. Akom mengaku memiliki gagasan perlunya sebuah UU yang memberi legalitas terbentuknya sebuah badan negara (state body) untuk mengkaji, merumuskan, melestarikan, dan memantau terlaksananya nilai-nilai Pancasila. “Badan ini adalah penjaga gawang terlaksananya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Badan ini berkoordinasi langsung dengan presiden,” tandasnya. (bay/c6/fat)
Akom Gagas Badan Pemantau Terlaksananya Nilai-Nilai Pancasila
Senin 05-06-2017,11:05 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 21-03-2026,10:46 WIB
2 Terduga Maling Motor Babak Belur Dihajar Warga di Cirebon Saat Lebaran
Sabtu 21-03-2026,16:25 WIB
Identitas Pelaku Curanmor Babak Belur di Cirebon Terungkap, Ternyata
Sabtu 21-03-2026,09:37 WIB
Salat Ied di Dusun Belah, Selajambe Kuningan Asri dan Khusyuk
Sabtu 21-03-2026,11:41 WIB
Resmi! 24 Pemain Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Ada Wajah Lama dan Baru
Sabtu 21-03-2026,09:01 WIB
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi 24 Maret, Ini Imbauan Kapolri
Terkini
Minggu 22-03-2026,06:00 WIB
Pemerintah Godok WFH untuk ASN dan Swasta, Ini Skema 4 Hari WFO 1 Hari WFH
Minggu 22-03-2026,05:21 WIB
Fantastis! Penghimpunan Zakat Jabar Capai Rp1,173 Triliun di Idulfitri 2026
Sabtu 21-03-2026,22:01 WIB
Arus Mudik Lokal Diprediksi Membludak H+1 Lebaran, Polisi Siapkan Strategi
Sabtu 21-03-2026,21:00 WIB
Resmi! Ini Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk FIFA Series 2026
Sabtu 21-03-2026,20:01 WIB