KOMPLEKS makam raja Brunei itu sempat “hilang” dan tak terurus. Terutama setelah perang besar dengan Jepang di Nanjing. Perang Dunia II. Kompleks makam itu ditemukan setelah pemerintah Kota Nanjing membentuk Nanjing Cultural Relic Team. “Tujuannya memetakan dan mengembangkan semua situs bersejarah di Nanjing,” ucap Feng Mei Ying. Makam itu kembali ditemukan oleh tim tersebut pada 1958. Setelah sempat diteliti hampir setahun lamanya, akhirnya bisa dipastikan bahwa memang tempat itu adalah makam Raja Karna. Dibutuhkan waktu agak lama untuk mengidentifikasi karena banyak prasasti yang tulisannya sudah rusak. Teridentifikasinya makam tersebut termasuk temuan penting. Terutama untuk melengkapi sejarah kebesaran Dinasti Ming. Sebab, itu membuktikan bahwa Laksamana Cheng Ho telah melakukan penjelajahan. Dan kunjungan balasan Raja Karna adalah buktinya. Dalam catatan sejarah Tiongkok, rombongan raja Brunei mendarat di Fujian, lalu menuju Nanjing dengan perjalanan darat. Catatan sejarah yang dimiliki Zheng Zhi Hai menunjukkan bahwa mereka sampai di Nanjing pada 20 September 1408. Saat itu, ibu kota Dinasti Ming memang masih di Nanjing dan sedang dalam proses pemindahan ke Beijing. Raja Brunei disambut Kaisar Zhu Di di Fengtianmen (Pintu Gerbang Penyembahan Langit). Mereka bertukar cenderamata. Kaisar Zhu Di memberikan pelana emas, sutra dewangga, tongkat, dan kursi kebesaran. Sementara itu, raja Brunei memberikan penyu karah, cula badak, peralatan yang terbuat dari emas dan perak khas Brunei. Namun, hal malang terjadi. Genap 40 tahun berada di Tiongkok, Raja Karna mendadak jatuh sakit. Meski Kaisar Zhu Di mengirimkan tabib-tabib terbaiknya, nyawa raja dari kerajaan kecil di Asia Tenggara itu tidak tertolong. “Saya tidak tahu sakit apa. Tidak ada catatan sejarah yang menulis detail gejala penyakitnya. Hanya ditulis sakit,” kata Zheng. “Mungkin saja, itu penyakit yang baru diketahui dunia medis pada abad ke-20, seperti kanker atau apa,” tambahnya. Mendengar kabar duka itu, Kaisar Zhu Di bersedih. Dia langsung memerintahkan masa berkabung nasional selama tiga hari penuh. Kaisar juga mengadakan upacara pemakaman resmi kenegaraan dan mengubur tamunya tersebut di Bukit Shizigang, Nanjing. Selain itu, Kaisar Zhu Di memerintah pejabat setempat untuk mengadakan upacara duka dua kali setahun, masing-masing pada musim semi dan musim gugur untuk mengenang Raja Karna. (*/c6/nw)
Kaisar Perintahkan Berkabung Tiga Hari
Kamis 08-06-2017,05:05 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 20-03-2026,13:30 WIB
Cicilan Motor Listrik Polytron Fox 350 Makin Terjangkau, Ini Skema Lengkap dan Simulasinya
Jumat 20-03-2026,10:30 WIB
5 Manfaat Buncis untuk Kesehatan, Dari Jaga Mata hingga Cegah Kanker
Jumat 20-03-2026,11:34 WIB
Arus Mudik H-1 Lebaran 2026: One Way Masih Berlaku di Tol Cipali, Lalu Lintas Lancar
Jumat 20-03-2026,04:04 WIB
Idulfitri 2026: Negara Teluk Lebaran Jumat, Asia Selatan Sabtu
Jumat 20-03-2026,12:30 WIB
Cara Mengajukan KUR Mandiri 2026 Plafon Rp10–15 Juta, Simak Syarat dan Tabel Angsurannya
Terkini
Sabtu 21-03-2026,03:01 WIB
Tradisi Tawurji di Padepokan Albusthomi Jadi Magnet Warga, Berebut Uang Saat Malam Takbiran
Sabtu 21-03-2026,02:01 WIB
Polresta Cirebon Sita 1.892 Botol Miras, Operasi Pekat Jelang Lebaran Diperketat
Jumat 20-03-2026,22:00 WIB
Jalur Pantura Susukan Sepi di H-1 Lebaran, Pedagang Pilih Kukud Lebih Awal
Jumat 20-03-2026,21:23 WIB
Update Tol Cipali Malam Ini: Arus Normal, Ribuan Kendaraan Masih Melintas
Jumat 20-03-2026,21:01 WIB