Rebutan Air Irigasi, Petani Nekat “Mencangkul” Saudara Sendiri

Rabu 14-06-2017,18:30 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi

TASIK – Karena berebut aliran air ke sawah, seorang petani warga Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya Bu (64) bertengkar dengan saudaranya, Hapid Latipul Rohman (50). Dalam kejadian itu Bu mencangkul kepala Hapid hingga mengalami luka robek. Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Adi Nugraha SIK didampingi Kapolsek Tamansari AKP Dani Prasetya menjelaskan kasus itu terjadi di Kampung Sikaasih Kelurahan Sumelap Kecamatan Tamansari pada hari Sabtu (10/6). Sekitar pukul 17.30, Bu tengah mengalirkan saluran irigasi ke sawahnya. “Pelaku sedang membenahi saluran air di TKP (Tempat Kejadian Perkara),” ujarnya. Saat itu Hapid datang dan menegur Bu karena apa yang dilakukannya membuat aliran air ke sawahnya menjadi tertutup. Bu yang sedang memegang cangkul langsung mengarahkan pekakas itu kepada Hapid sebanyak lima kali. “Ada yang ke kepalanya hingga korban mengalami luka robek,” tuturnya. Ada salah seorang warga yang melintas dan melihat perseteruan mereka dan melaporkannya ke Polsek Tamansari. Ketika polisi datang ke lokasi korban sudah dibawa warga ke RS Islam Gobras. Terkait kondisi korban, Adi menjelaskan bahwa efek penganiayaan itu tidak sampai membuat Hapid kritis. Namun luka robek di kepalanya cukup lebar sehingga langsung diberikan penanganan medis yang cukup serius. “Lukanya ada sampai 20 jahitan,” terangnya. Warga yang awalnya ketakutan untuk menunjukkan siapa pelaku penganiayaan itu, akhirnya ada yang mau buka mulut. Bu pun akhirnya diamankan ke Mapolsek Tamansari untuk diproses lebih lanjut. “Pelaku masih saudaranya (korban), dia sudah mengakui perbuatannya,” katanya. Sementara itu, Bu mengaku bahwa dirinya dengan Hapid memang kerap berselisih berebut pasokan air. Dia tidak menyangka bisa melakukan penganiayaan itu kepada korban. “Itu spontan waktu dia nanya aliran airnya,” terangnya. (rga)

Tags :
Kategori :

Terkait