JAKARTA- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, penyerangan kepada aparat keamanan sudah pada tahap memprihatinkan. Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa teror terhadap aparat keamanan harus dilawan. \"Tidak hanya oleh aparat kepolisian, tapi oleh seluruh masyarakat,\" tegas Tjahjo. Dalam sepekan dua kali terjadi penyerangan kepada personel Polri. Kejadian pertama di Mapolda Sumatera Utara (Sumut), Minggu (25/6) bertepatan dengan hari daya Idulfitri. Dalam penyerangan dengan penikaman itu, anggota Pelayanan Markas Polda Sumut Aiptu M Galingging gugur. Terbaru, Jumat (30/6) sekitar pukul 19.40, dua anggota Brimob Polri AKP Dede Suhatmi dan Briptu M Syaiful Bakhtiar ditusuk terduga teroris. Keduanya ditusuk di Masjid Falatehan, samping Lapangan Bhayangkara di depan Mabes Polri, Jakarta, saat melaksanakan salat Isya berjemaah. Pelaku berhasil ditembak mati. Tjahjo yakin aparat dapat mengungkap dengan tuntas aksi teror kepada kepolisian ini. \"Kami yakin aparat Polri mampu membongkar siapa yang harus bertanggung jawab atas penyerangan tersebut,\" katanya. Tjahjo mengatakan, langkah tegas ke dalam harus dilakukan Kapolri Jendral Tito Karnavian untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan terpadu. Yakni dengan meningkatkan berbagai upaya deteksi dini dan intelijen. Sedangkan langkah tegas ke luar yang harus dilakukan semua pihak termasuk jajaran Polri, TNI dan elemen masyarakat adalah bersama-sama melawan teror. \"Baik teror ke masyarakat maupun kepada negara,\" tegas Tjahjo. Dia juga meminta jajarannya di Kementerian Dalam Negeri termasuk pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota meningkatkan koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda). Menurut Tjahjo, Forkominda bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat setempat dan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja harus mengamankan wilayah di bawah koordinasi kepolisian. Level rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW), kelurahan, desa, harus mengaktifkan sistem keamanan keliling untuk mencermati kondisi wilayah masing-masing. Kalau dicermati adanya gerak-gerik mencurigakan, harus berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) dan Komado Rayon Militer (Koramil) setempat. (boy/jpnn)
Mendagri Ingatkan Daerah Tingkatkan Kewaspadaan
Sabtu 01-07-2017,18:00 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 29-10-2026,17:26 WIB
3 Pemuda Cirebon Meninggal Dunia, Diduga setelah Pesta Miras Oplosan
Kamis 29-10-2026,08:27 WIB
Sikap Kesatria Pelatih Melbourne Victory usai Dikalahkan Persib, Pujian untuk Sekulic
Kamis 29-10-2026,11:45 WIB
Kepala Desa Paniis Kuningan Terancam 20 Tahun Penjara, Kerugian Negara Rp530 Juta
Kamis 29-10-2026,10:41 WIB
NIK KTP Tidak Terdaftar di Dukcapil? Ini Cara Mengatasinya agar BSU Tetap Cair
Kamis 29-10-2026,05:20 WIB
Update HP 3 Jutaan Terbaik 2026, Jaringan 5G Ngebut, Chipset Berperforma, Berikut 5 Daftar Pilihannya
Terkini
Kamis 29-10-2026,23:24 WIB
4 Tanaman Hias Pembawa Hoki yang Dipercaya Mendatangkan Rezeki dan Energi Positif ke Rumah
Kamis 29-10-2026,23:01 WIB
Ingin Rumah Lebih Hijau dan Rapih? Kenali 5 Tanaman Hias Minimalis yang Cocok untuk Ruang Terbatas
Kamis 29-10-2026,22:31 WIB
Waduk Darma Surut, BBWS Pastikan Irigasi Pertanian Tetap Normal
Kamis 29-10-2026,21:00 WIB
798 ASN Majalengka Ikuti Profiling, Bupati Eman Suherman Siapkan Calon Pimpinan OPD
Kamis 29-10-2026,20:31 WIB