CIREBON - Menekan angka keturunan yang tak terkendali, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DPPKB) Kota Cirebon, menyarankan pasangan suami istri untuk menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang. Tujuannya, agar dapat menunda, menjarangkan kehamilan, serta menghentikan kesuburan. Kepala Seksi Pengendalian Penduduk dan Informasi Keluarga pada DPPKB Kota Cirebon, Lolok Tiviyanto mengatakan, dalam memilih alat kontrasepsi, setiap orang memiliki pertimbangan tertentu. Di antaranya, segi kemudahan pemakaian, kemudahan memperoleh alat kontarsepi, dan jangka waktu alat tersebut. Dari sisi waktu, terbagi atas jangka pendek dan jangka panjang. Alat kontrasepsi jangka pendek adalah pil, kondom, dan suntik. Sedangkan alat kontrasepsi jangka panjang adalah implant dan IUD. \"Kalau kami menekankan untuk menggunakan alat kontarsepsi yang jangka panjang. Karena, memiliki banyak keuntungan. Salah satunya, pengguna lebih efesien. Karena dapat dipakai dalam jangka waktu lama, serta lebih aman dan efektif,\" kata Lolok kepada radarcirebon.com. Lebih lanjut Lolok mengakatan, kesadaran masyarkat Kota Cirebon dalam mengikuti program Keluarga Berencana (KB) sudah cukup baik. Tercatat, per Juni 2017 terdapat 28.674 dari total 47.000 pasangan usia subur sudah mengikuti program KB. \"Kalau jumlah tersebut dipresentasikan, mencapai sekitar 61 persen. Melihat hal tersebut, saya menilai kesadaran masyarakat Kota Cirebon sudah cukup baik,\" kata Lolok. Lolok menerangkan, pasangan usia subur berkisar antara usia 15-20 tahun. Di mana pasangan baik laki-laki maupun perempuan sudah cukup matang dalam segala hal. Terlebih organ reproduksinya sudah berfungsi dengan baik. Namun, menurut Lolok, ideal pasangan subur memiliki anak di usia 20 tahun ke atas. \"Untuk di Kota Cirebon pasangan subur di bawah usia 20 tahun yang sudah memiliki anak terdapat di Argasunya. Karena, di daerah tersebut masih masih berpegang kuat dengan adat,\" ujar Lolok. Hingga saat ini, DPPKB terus melakukan sosialisai kepada masyarakat Kota Cirebon terkait program keluarga berencana (KB). Karena, esensi program KB jelas, yaitu menurunkan total fertility rate (TFR). Tujuannya, dapat mengurangi beban pembangunan demi terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan bagi masyarakat. \"Kalau masyarkat sadar bahwa dua anak cukup, maka pertumbuhan penduduk menjadi ideal,\" tandas Lolok. (fazri)
Program Keluarga Berencana, DPPKB: Gunakan Alat Kontrasespi Jangka Panjang
Kamis 13-07-2017,04:05 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 19-03-2026,14:15 WIB
Live Sidang Isbat Kemenag 2026: Jadwal, Cara Nonton, dan Prediksi Lebaran 1447 H
Kamis 19-03-2026,15:00 WIB
Tabel KUR Mandiri 2026 Plafon 10-30 Juta, Cicilan Ringan Cocok Modal Usaha Pasca Lebaran
Kamis 19-03-2026,19:48 WIB
Hilal Belum Memenuhi Syarat, Kemenag Tetapkan Lebaran Sabtu 21 Maret 2026
Kamis 19-03-2026,08:01 WIB
Pria Diduga ODGJ Ngamuk di Tol Palikanci Cirebon, Polisi Bergerak Cepat
Kamis 19-03-2026,09:30 WIB
Arus Tol Cipali H-2 Lebaran 2026 Ramai Lancar, 41 Ribu Kendaraan Melintas
Terkini
Jumat 20-03-2026,05:02 WIB
Dipanggil Timnas Irak, Bek Persib Frans Putros Rela Batal Liburan Demi Mimpi Piala Dunia
Jumat 20-03-2026,04:04 WIB
Idulfitri 2026: Negara Teluk Lebaran Jumat, Asia Selatan Sabtu
Jumat 20-03-2026,03:38 WIB
Kabar Baik! Stadion GBK Siap Gelar FIFA Series 2026, Ini Jadwal Timnas Indonesia
Jumat 20-03-2026,03:02 WIB
Pemilik Como 1907 Michael Bambang Hartono Meninggal, Klub Siap Beri Penghormatan
Jumat 20-03-2026,02:30 WIB