JAKARTA- Mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar terlihat pasrah usai mendengarkan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Nawawi Pomolango membacakan vonis, kemarin. Patrialis pun menganggap putusan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan menjadi takdir dalam perjalanan hidupnya. “Karena ini adalah otoritas hakim, saya serahkan pada yang Maha Kuasa,” kata Patrialis usai menjalani sidang putusan dugaan suap uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK. ”Saya ini tidak makan uang negara. Nggak makan uang fakir miskin, uang bansos (bantuan sosial, red) dan uang rakyat,” ungkap Patrialis yang juga diwajibkan membayar uang pengganti USD 10 ribu dan Rp4,043 juta. Vonis untuk Patrialis lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaksa meminta hakim memvonis Patrialis hukuman penjara 12,5 tahun dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. “Bayangkan orang-orang yang makan uang negara yang mengembalikan uang puluhan miliar bahkan ada ratusan miliar, tapi berapa hukumannya,” ucapnya. Patrialis mengatakan vonis kemarin secara umum menunjukan bahwa uang suap yang disangkakan saat awal-awal operasi tangkap tangan (OTT) KPK akhir Januari tidak benar. Kala itu, dia diduga menerima suap dari importer Basuki Hariman dan Ng Fenny sebesar USD 20 ribu dan SGD 200 ribu. Nah, pada putusan kemarin hakim mendalilkan Patrialis hanya menerima suap USD 10 ribu dan Rp4,043 juta. “Dalam tuntutan, jaksa mengakui sendiri bahwa saya hanya menerima USD 10 ribu dan Rp4 juta sekian,” paparnya. Patrialis menilai semua yang dialaminya saat ini hanya bagian dari ujian hidup. “Allah telah mengingatkan saya dengan cara seperti ini. Supaya saya kembali pada jalan yang telah ditentukan agama,” imbuhnya. Selain Patrialis, majelis hakim kemarin juga menjatuhkan vonis terhadap perantara suap uji materi, Kamaludin. Orang dekat Patrialis itu divonis 7 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider kurungan 2 bulan. Kamaludin juga diminta mengembalikan uang pengganti USD 40 ribu. Uang itu dianggap sebagai uang suap yang diterima dari Basuki dan Ng Fenny. Hakim menyatakan Kamaludin terbukti secara sah bersalah dan meyakinkan melakukan perbuatan korupsi. Putusan itu sejatinya lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK yang meminta hakim menjatuhkan vonis 8 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 3 bulan kurungan. (tyo)
Patrialis Divonis 8 Tahun, Anggap sebagai Ujian Hidup
Selasa 05-09-2017,09:35 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 27-10-2026,15:12 WIB
5 Motor Bebek Jadul Era 90-an yang Kini Mahal, Ada Astrea Grand dan F1ZR
Selasa 27-10-2026,07:42 WIB
Update Pemain Naturalisasi Indonesia dari Jerman: Laurin Ulrich Menolak, Reno Munz Bersedia
Selasa 27-10-2026,05:21 WIB
Deretan 7 HP Gaming 3 Jutaan Terbaik, Worth It Baterainya Badak, Layar Ciamik dan Visual Smooth
Selasa 27-10-2026,12:30 WIB
35 Guru Jadi Korban MBG di Cirebon, PGRI Soroti Beban Kerja dan Tanggung Jawab Pendidik
Selasa 27-10-2026,05:00 WIB
Tak Mau Proyek Molor Lagi, DPUTR Kabupaten Cirebon Siapkan Lelang Dini Januari 2027 dan Inovasi SATRIA
Terkini
Rabu 28-10-2026,04:02 WIB
Pelatih Melbourne Victory Soroti Kabut Asap Indonesia Jelang Hadapi Persib Bandung
Rabu 28-10-2026,03:56 WIB
iPad mini Terbaru Kini Lebih Tipis dan Ringan! Ini Bedanya dengan Generasi Sebelumnya
Rabu 28-10-2026,03:55 WIB
3 Alasan Motor Listrik Lebih Layak Kamu Gunakan di Tahun 2027, Jauh Lebih Hemat dari Motor Bensin?
Rabu 28-10-2026,03:55 WIB
72 Hari Lagi! Proses Naturalisasi Taisei Marukawa Dikebut Demi Piala Asia 2027, Kapan Selesai?
Rabu 28-10-2026,03:31 WIB