INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu komitmen mewujudkan ketahanan pangan dan gizi. Hal tersebut dibuktikan dengan masuknya Master Plan Ketahanan Pangan dan Gizi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Indramayu tahun 2016 2021. “Master plan ini merupakan bentuk komitmen dari pemerintah daerah yang harus direspons secara aktif oleh SKPD, selanjutnya diterjemahkan ke berbagai pecapaian sektoral sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing SKPD,” kata Sekda Ahmad Bakhtiar dalam Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Tahun 2017 tingkat Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Ruang Ki Tinggil Setda Indramayu, Kamis (30/8) lalu. Ahmad Bahtiar menjelaskan, Dewan Ketahanan Pangan kabupaten, kecamatan dan desa harus bisa melaksanakan fungsinya dengan baik. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku guna mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu. Menyikapi situasi perkembangan tentang pangan akhir-akhir ini, tugas Dewan Ketahanan Pangan cukup berat. Isu pangan yang tidak menguntungkan petani dan pengusaha kecil, bahkan cenderung mematikan produksi komoditas dan pemasaran pangan menjadi masalah serius bagi aparat pemerintah, khususnya Dewan Ketahanan Pangan. “Dewan Ketahanan Pangan yang tersebar di berbagai SKPD tidak bisa diam dan menutup mata, namun harus dapat menenangkan masyarakat dan terus bekerja melalui program dan kegiatan yang berpihak pada terwujudnya ketahanan pangan dan kemandirian pangan daerah. Amanat untuk memperjuangkan terwujudnya ketahanan pangan daerah membutuhkan kerjasama, persatuan, kreatifitas dan inovasi dari seluruh jajaran Dewan Ketahanan Pangan,” tegas Sekda. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Indramayu, Hapid Mahfud Idrus menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012, ketahanan pangan adalah suatu kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan. Hal itu tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. “Untuk mewujudkan ketersediaan pangan bagi negara sampai dengan perseorangan tidak dapat dilaksanakan sendirian, namun seluruh anggota Dewan Ketahanan Pangan harus bekerja sama dari mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi,” kata Hapid. Sementara itu, ketersediaan pangan di Kabupaten Indramayu, seperti komoditas padi, ikan yang cukup melimpah. Keberadaannya dapat memenuhi stok pangan Jawa Barat bahkan nasional. Demikian pula potensi pangan lainnya yang cukup tersedia. Hal ini masih membutuhkan kreativitas dan inovasi dalam rangka peningkatan produksi. (oet)
Ketahanan Pangan dan Gizi Masuk RPJMD Indramayu
Rabu 06-09-2017,07:35 WIB
Editor : Husain Ali
Kategori :