INDRAMAYU–Petani di Desa Lempuyang, Kecamatan Anjatan lagi dirundung duka. Gara-garanya, tanaman padi mereka tidak bisa dipanen setelah diterjang penyakit kerdil rumput alias klowor. Kuwu Lempuyang, Taufik Hidayat menyebutkan, dari 439 hektare luas areal tanaman padi di desanya, hanya 20 persennya yang selamat. Sementara 80 persennya, mengalami gagal panen. “Sawah-sawah yang terserang Klowor kini dibiarkan terlantar. Sebab, kalaupun dipanen dapatnya cuma 3 karung gabah per hektare. Rugi,” kata dia kepada . Jika dihitung, kerugian petani yang mengalami gagal panen mencapai Rp30 miliar. Jumlah itu dikalkulasikan dari ongkos produksi musim tanam gadu yang rata-rata Rp6-7 juta per hektare. “Normalnya paling dikisaran Rp4-5 juta per hektare. Itu bisa tinggi karena petani banyak yang penasaran. Biasanya kasih pupuk, obat satu kali jadi dua kali. Belum yang tanam ulang,” ungkap dia. Sejatinya, tambah dia, kerugian petani dapat ditambal melalui keikutsertaan program asuransi usaha tani padi. Hanya saja, saat hendak ikut serta, usia tanaman padi tidak memenuhi batas waktu yang telah ditentukan. Padahal, jika saja mengikuti program asuransi usaha tani padi yang digulirkan pemerintah pusat sejak tahun 2015 itu, petani akan mendapat kompensasi Rp6 juta per hektare. Kuwu Taufik Hidayat menambahkan, sebenarnya petani di desanya pernah mengikuti program asuransi saat awal-awal diluncurkan. Namun karena dalam beberapa kali musim tidak terjadi gagal panen, mereka tak lagi ikut. Terlebih, pertanian padi di Desa Lempuyang minim risiko kegagalan. Kini setelah tertimpa musibah, pihaknya akan kembali mengajak petani untuk mengikuti program asuransi usaha tani padi yang dikelola oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) itu. Hal ini setelah merasakan manfaat kepada petani atas jaminan resiko kegiatan usaha tani. “Partisipasi petani dalam program asuransi mestinya menjadi pelindung usaha pertanian akibat bencana alam maupun serangan hama penyakit. Bila perlu Pemdes akan memberikan dana talangan dulu untuk membayar preminya,” tandas Kuwu Taufik. (kho)
Gagal Panen, Kerugian Petani Capai Rp30 Miliar
Kamis 28-09-2017,22:35 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 22-03-2026,08:48 WIB
2 Pemuda Curi HP di Kedawung Lalu Motor di Mundu, Berakhir Babak Belur
Minggu 22-03-2026,10:56 WIB
Wisata Cirebon Terbaru! Museum AI Lotus Sajikan Sejarah Pangeran Matangaji dengan Visual Modern
Minggu 22-03-2026,12:30 WIB
Wisata Cirebon Keraton Kasepuhan Ramai Saat Lebaran, Ini Daya Tariknya
Minggu 22-03-2026,08:18 WIB
HP Dicuri Pagi di Sutawinangun, Malamnya Kapolsek Kedawung Serahkan Kepada Korban
Minggu 22-03-2026,09:30 WIB
Final Carabao Cup 2026: Arsenal vs Manchester City, Duel Panas Arteta dan Guardiola
Terkini
Senin 23-03-2026,07:31 WIB
Khasiat Air Bawang Putih Campur Madu, Ramuan Alami untuk Daya Tahan Tubuh
Senin 23-03-2026,07:22 WIB
Waspada! Ini 5 Penyakit yang Sering Muncul Setelah Lebaran, Jangan Dianggap Sepele
Senin 23-03-2026,06:00 WIB
Khasiat Kulit Bawang yang Jarang Diketahui, Ternyata Baik untuk Jantung dan Pencernaan
Senin 23-03-2026,05:37 WIB
Ivar Jenner Dipastikan Gabung Timnas Indonesia, Dewa United Bantah Cedera Parah
Senin 23-03-2026,05:26 WIB