JAKARTA - Publikasi ilmiah internasional Indonesia terus meningkat. Bahkan, menempati peringkat tiga ASEAN menggeser Thailand. Sementara teratas masih Malaysia diikuti Singapura. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyatakan, sejak Tahun 2014 hinggan 2017, dosen dan peneliti Indonesia mengalami kemajuan signifikan di bidang publikasi ilmiah. Dan berdasarkan data Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek dan Dikti, pada tahun 2017 untuk pertama kali dalam 20 tahun, Indonesia mengungguli Thailand. Publikasi Ilmiah Internasional Indonesia terindeks Scopus per tanggal 2 Oktober 2017 berada pada angka 12.098 publikasi. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan capaian publikasi ilmiah internasional Indonesia pada bulan Agustus pada angka 9.501 publikasi. \"Indonesia saat ini berada pada peringkat ketiga di atas Thailand dengan 10.924 publikasi dan di bawah Singapura yang berhasil menghasilkan 14.616 publikasi. Saya optimis publikasi ilmiah internasional Indonesia pada akhir tahun dapat melampaui Singapura,\" katanya kepada wartawan di Gedung Ristek Dikti, Selasa (03/10/2017). Nasir mengungkapkan, sebelumnya di tahun 2016 Indonesia berada di peringkat ke-4 dengan jumlah publikasi sebanyak 11.865. Untuk itu, saya optimis di akhir tahun 2017 publikasi Indonesia mampu mencapai angka 15.000-17.000 . Berdasarkan hasil publikasi ilmiah internasional terindeks Scopus, salah satu pengindeks internasional bereputasi, per tanggal 2 Oktober 2017 pukul 08:46 WIB. Ranking publikasi di Asean pertama ditempati Malaysia dengan angka 20.304, kedua Singapore 14.616, ketiga Indonesia.12.098 sedangkan keempat Thailand dengan angka 10.924 \"Kabar baik lainnya, Jurnal Nasional yang terindeks pengindeks internasional bereputasi pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan, meningkat dari 0 menjadi 33 jurnal. Sedangkan, Jurnal Nasional yang terindeks di Directory of Open Access Journal meningkat tajam dari 76 menjadi 931 jurnal. Jurnal Nasional Terakreditasi meningkat dari 75 menjadi 283 jurnal,\" tegas Nasir. Nasir menegaskan, Tren peningkatan riset dan publikasi di Indonesia tidak terlepas dari dukungan program dan kebijakan Kemenristekdikti, khususnya di dunia penelitian perguruan tinggi dan juga lembaga penelitian. Salah satu kebijakan yang diharapkan dapat mendongkrak semangat dosen dan peneliti untuk dapat terus melakukan penelitian dan publikasi ilmiah ialah dengan diterbitkannya Permenristek Dikti No 20/2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor. Regulasi itu mengamanatkan publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator untuk melakukan evaluasi terhadap pemberian tunjangan profesi dosen dan kehormatan guru besar. \"Ini juga terbantu dengan adanya Peraturan Menristek Dikti No 44/2015 yang mendorong mahasiswa strata dua (S-2) dan S-3 mampu menghasilkan publikasi yang terindeks global,\" pungkasnya. (yan/rcg)
Indonesia Rangking 3 ASEAN Publikasi Ilmiah Internasional
Rabu 04-10-2017,10:01 WIB
Reporter : Harry Hidayat
Editor : Harry Hidayat
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 27-10-2026,15:12 WIB
5 Motor Bebek Jadul Era 90-an yang Kini Mahal, Ada Astrea Grand dan F1ZR
Selasa 27-10-2026,12:30 WIB
35 Guru Jadi Korban MBG di Cirebon, PGRI Soroti Beban Kerja dan Tanggung Jawab Pendidik
Selasa 27-10-2026,21:01 WIB
444 Ribu Batang Rokok Ilegal Ditindak di Kabupaten Cirebon, Nilainya Hampir Rp600 Juta
Selasa 27-10-2026,13:00 WIB
Pendaftaran Beasiswa Danantara 2026 Ditutup? Cek Jadwal dan Status Terbaru
Selasa 27-10-2026,17:03 WIB
Bingung Pilih iPhone? Ini Daftar iPhone 11 sampai iPhone 17 Lengkap dengan Spesifikasinya
Terkini
Rabu 28-10-2026,09:06 WIB
Ingin Staycation di Kaki Gunung Ciremai? Ini 6 Hotel dan Penginapan di Kuningan
Rabu 28-10-2026,09:00 WIB
Gelar FGD Ketenagakerjaan, Bahas Persoalan PMI Hingga Magag Hub
Rabu 28-10-2026,08:54 WIB
Jangan Asal Transfer! Ini 9 Tips Berburu Tanaman Hias Langka agar Tidak Tertipu
Rabu 28-10-2026,08:47 WIB