JAKARTA- Komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi satu-satunya harapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendukung penolakan delik korupsi masuk dalam Rancangan KUHP (RKUHP). Hal tersebut kembali disuarakan KPK seiring keinginan Jokowi mengalokasikan waktu untuk mendengar pendapat komisi antirasuah tersebut. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyambut baik pernyataan presiden yang ingin mengalokasikan waktu untuk mendengar pandangan KPK tentang RKUHP. Dengan demikian, KPK bisa menyampaikan secara langsung risiko pengesahan RKUHP kepada presiden. “KPK akan mempersiapkan penjelasan yang lebih solid terkait RUU KUHP tersebut,” ungkapnya, kemarin (20/6). Seperti diketahui, KPK terus berupaya menolak pengesahan RKUHP yang dibahas pemerintah dan DPR. RKUHP itu rencananya akan disahkan pada Agustus mendatang. RKUHP itu dianggap berpotensi melemahkan pemberantasan korupsi seiring masuknya delik korupsi dalam RKUHP. Febri menerangkan, keberadaan UU Pemberantasan Tipikor dan UU KPK yang sudah jelas seperti saat ini masih terus diuji dan dicari celahnya di pengadilan. Nah, masuknya delik korupsi dalam RKUHP berisiko kian melemahkan KPK dan pemberantasan korupsi. “Jika ada sebuah obsesi kodifikasi, janganlah sampai pemberantasan korupsi jadi korban,” ujarnya. Febri pun membandingkan dengan negara lain yang tidak menjadikan kodifikasi sebagai harga mati. Beberapa negara tetap bergantung pada kebijakan dalam menyusun aturan hukum. “KPK juga membaca pendapat dan sikap dari sejumlah ahli hukum dari berbagai perguruan tinggi. Terbaca jelas, jaminan pemerintah bahwa tidak ada pelemahan terhadap pemberantasan korupsi tidak cukup meyakinkan banyak pihak, bukan hanya KPK,” bebernya. KPK berharap, alokasi waktu presiden untuk mendengar pendapat tentang RKUHP segera terlaksana setelah libur Lebaran. Lembaga superbodi itu juga berharap semua pihak bisa melihat polemik itu secara jernih. “Dan hati kita semua dibuka untuk lebih serius dan sungguh-sungguh memberantas korupsi. Tanpa kepura-puraaan, tanpa konflik kepentingan,” harap Febri. (tyo)
Soal Polemik RKUHP, KPK Siap Jelaskan ke Presiden
Kamis 21-06-2018,21:33 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 03-06-2026,09:05 WIB
Update HP 1 Jutaan Terbaik Juni 2026: Samsung hingga Oppo, Spek Makin Gahar
Rabu 03-06-2026,11:00 WIB
Aturan Baru SPMB 2026 Kota Cirebon, Ini Skema Baru Jalur Prestasi dan Kuota Domisili
Rabu 03-06-2026,09:00 WIB
Ramalan Shio Rabu 3 Juni 2026: Tikus, Ular dan Naga Paling Beruntung, Karier Melesat
Rabu 03-06-2026,10:00 WIB
Bursa Transfer Manchester United: Rekrutan Pertama dan Peringatan Keras dari Legenda Wales
Rabu 03-06-2026,10:30 WIB
Update Dugaan Skandal Anggota Dewan, BK Hadirkan Ayu hingga Mantan Istri HSG
Terkini
Kamis 04-06-2026,07:01 WIB
Kabar Baik! Neraca Perdagangan Jawa Barat Surplus Rp145 Triliun Lebih pada Awal 2026
Kamis 04-06-2026,06:02 WIB
Dolar Tembus Tinggi, Pekerja Migran Asal Cirebon Raup Keuntungan Lebih Besar
Kamis 04-06-2026,05:06 WIB
NUU B40 5G Resmi Hadir, Ini Spesifikasi Lengkap dan Fitur Unggulannya
Kamis 04-06-2026,05:02 WIB
DLH Cirebon Bersihkan TPS Pasar Minggu, Sampah Organik Berpotensi Jadi Pakan Maggot
Kamis 04-06-2026,04:57 WIB