CIREBON-Finalisasi Rencana Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kota Cirebon semakin panjang. Hingga kini raperda yang sudah dibahas bertahun-tahun itu masih berkutat dalam penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Kepala Seksi Pengaturan dan Pembinaan Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Hesti Lestari mengaku terkendala aturan baru. Salah satu yang paling mengganjal ialah Peraturan Pemerintah (PP) 46/2016. \"Aturan baru RDTR itu harus ada KLHS. Ini tidak bisa kita yang buat, harus pakai pihak ketiga,” ujarnya kepada Radar Cirebon, Selasa (17/7). Ada opsi lain yang dirasa lebih memungkinkan dan cepat. Dari hasil konsultasi, Hesti menemukan alternatif penyusunan KLHS tanpa melibatkan pihak ketiga. DPUPR bisa menyusun bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH). DPUPR bisa memanfaatkan para ahli di bidang lingkungan yang ada di dinas tipe a tersebut. \"Dalam aturannya boleh. Memang yang menyusun harus yang membidangi urusan lingkungan hidup,” katanya. Sayangnya, DLH tidak menyanggupi ajakan ini. DLH merasa keberatan menggarap KLHS untuk RDTR ini, karena mereka juga punya tugas menyusun KLHS untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Menurutnya, penyusunan KLHS RPJMD dan juga RDTR berbeda. Sehingga masing-masing punya kajian tersendiri. Penyusunan KLHS ini butuh ekstra pemikiran dan betul betul berdasarkan aturan yang menjadi pedoman. Hal ini juga untuk menghindari kesalahan. \"Jangan sampai kita sudah susun, substansi belum sepenuhnya mengacu pada aturan. Butuh kompetensi mupuni juga,” jelasnya. Dengan begitu, mau tidak mau DPUPR bakal melibatkan pihak ketiga. Tahapan selanjutnya, apabila KLHS selesai, kemudian diajukan validasi ke GubernurJawa Barat. Mekanisemnya melalui DLH Provinsi Jawa Barat dengan melibatkan tim penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Setelah itu selesai proses selanjutnya bisa dibahas ke perda. Dengan konsultasi terlebih dahulu ke biro hukum provinsi dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). KLHS ini memang jadi ganjalan serius. Selain waktu menyusunya yang memakan waktu, tahapan yang dilalui juga cukup panjang. “Kita pengenya sih cepat selesai, suka tidak suka ya tetap harus ikuti aturan,\" katanya. Hal yang sama juga dialami oleh banyak daerah lain yang tengah menyusun Perda RDTR. KLHS ini penting, dalam konteks tata ruang untuk mengawal aspek lingkungan hidup dalam kajian tata ruang. Supaya dalam jangka panjang dampak lingkungan juga diperhatikan. (jml)
RDTR Kota Cirebon Masih Terkendala KLHS
Rabu 18-07-2018,13:00 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 25-10-2026,21:00 WIB
Tablet Murah dengan Stylus Pen dan Keyboard Bawaan, Praktis untuk Kerja dan Belajar
Senin 26-10-2026,08:00 WIB
Cara Mengambil Motor yang Hilang dan Ditemukan Polisi, Ini Syaratnya
Minggu 25-10-2026,21:32 WIB
Dramatis! Persib Nyaris Gagal Menang, Adam Alis Jadi Pahlawan di Menit ke-90+1
Minggu 25-10-2026,19:30 WIB
6 Nutrisi Penting untuk Lansia agar Massa Otot dan Tulang Tetap Kuat
Minggu 25-10-2026,19:19 WIB
Calvin Verdonk Makin Bersinar di Eropa, 3 Pemain Diaspora Justru Kehilangan Tempat di Klub
Terkini
Senin 26-10-2026,16:01 WIB
8 Hal yang Wajib Dihindari Saat Merawat Kulit Wajah Berminyak dengan Bopeng Dalam
Senin 26-10-2026,15:58 WIB
Singapura Desak Hormati Kontrak Ekspor Gas, Bahlil: Jangan Ajari Indonesia Komitmen
Senin 26-10-2026,15:38 WIB
Menteri ESDM Tegaskan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura Masih Sesuai Kontrak
Senin 26-10-2026,15:30 WIB
Vivo V80 Andalkan 90W FlashCharge, Berapa Lama Waktu untuk Mengisi Baterai hingga Penuh?
Senin 26-10-2026,15:00 WIB