Wamenaker: Pelatihan Vokasi Tak Boleh Sekadar Formalitas, Harus Perluas Peluang Kerja ?
Wamenaker: Pelatihan Vokasi Tak Boleh Sekadar Formalitas, Harus Perluas Peluang Kerja ?-Humas Kemnaker-Radar Cirebon
PADANG,RADARCIREBON.COM — Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa pelatihan vokasi harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan peluang kerja dan tidak sekadar menjadi kegiatan administratif.
Menurutnya
, pelatihan vokasi merupakan salah satu solusi efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keseluruhan dilaksanakan dengan standar yang jelas, proses yang berkualitas, serta berfokus pada hasil. Oleh karena itu, pelatihan vokasi tidak boleh sekedar menggugurkan kegiatan. Pelatihan harus menghasilkan kompetensi yang diakui dan dibutuhkan pasar kerja. Jika pelatihan tidak meningkatkan peluang kerja, maka pendekatannya harus kita perbaiki bersama,
” Ia menambahkan, agar pelatihan benar-benar berdampak, program perencanaan harus didasarkan pada informasi pasar kerja yang akurat dan mutakhir. Dengan demikian, program yang diselenggarakan dapat selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
BACA JUGA: Rencana Kirim 8.000 TNI ke Gaza Ditunda, Prabowo Beberkan Alasannya
Sejalan
dengan itu, kemitraan menjadi kunci efektivitas penyelenggaraan pelatihan vokasi. Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong seluruh balai pelatihan di bawah naungannya untuk aktif membangun strategi kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.
“
Kami terus mendorong seluruh balai pelatihan di lingkungan Kemnaker untuk aktif membangun kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, termasuk BPVP Padang yang selama ini secara konsisten memperkuat strategi kolaborasi,” ujarnya.
Satu
minggu sebelumnya, BPVP Padang juga menyelenggarakan pelatihan bagi penyandang disabilitas dan lansia. Menurut Wamenaker, langkah-langkah tersebut mencerminkan komitmen bahwa pelatihan vokasi harus bersifat inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
“
Pelatihan vokasi harus membuka akses seluas-luasnya, termasuk bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Kita ingin semua memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kerja,” ujarnya.
BACA JUGA: Sehari Jelang Lebaran, KAI Daop 3 Catat 9.439 Penumpang Kereta Tiba di Cirebon
Untuk
memperkuat penempatan kerja, BPVP Padang menjalin kemitraan strategi dengan berbagai pihak, termasuk BP3MI untuk pasar kerja luar negeri dan Universitas Negeri Padang dalam pengembangan kebekerjaan berbasis warisan. Berbagai pelatihan singkat juga diselenggarakan sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan pasar kerja.
Melalui
penguatan Pelatihan Berbasis Kompetensi, link and match dengan industri, pemanfaatan informasi pasar kerja, serta strategi kemitraan, Kemnaker menargetkan pada tahun 2026 meningkatkan lulusan pelatihan yang bekerja atau berwirausaha, meningkatkan jumlah tenaga kerja tersertifikasi, serta meningkatkan produktivitas tenaga kerja, termasuk di Sumatera Barat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

