INDRAMAYU - Banjir yang diakibatkan gelombang pasang laut (rob) terus menghantui warga Desa Cemara, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, hampir setiap hari. Terutama memasuki November hingga awal tahun, desa tersebut dilanda banjir. Masalah itu menjadi persoalan bagi masyarakat maupun pemerintah desa setempat. Warga berharap masalah banjir bisa segera ditanggulangi. Majid, tokoh masyarakat Desa Cemara mengatakan, banjir rob rutin merendam permukiman penduduk. Bahkan tidak hanya terjadi pada akhir hingga awal tahun saja, tapi juga saat air sedang pasang. \"Ini masalah yang terus dihadapi warga Cemara. Meskipun rob menjadi langganan, namun warga merasakan lelah. Harapan warga masalah ini segera ditanggulangi,\" ujarnya. Kuwu Cemara Tahjudin mengatakan, penanganan banjir rob bisa dapat dilakukan dengan cara membangun tembok di pinggir kali. Namun, untuk membangun tembok tersebut biayanya cukup besar. Pihaknya berharap adanya perhatian pemerintah pusat untuk membangun tembok di sepanjang sungai hingga muara. \"Tidak mungkin menggunakan anggaran desa, meskipun sekarang ada bantuan Dana Desa. Karena membangun tembok di sepanjang sungai biayanya besar,\" ujar Tahjudin saat mendampingi Anggota Komisi V DPR RI Drs Yoseph Umarhadi MSi MA, menghadiri acara nadran laut Desa Cemara, Rabu (5/9). Pada kesempatan itu Tahjudin mengajak Yoseph untuk melihat bantaran sungai. Yoseph melakukan pinjauan bersama pejabat BBWS Cimanuk Cisanggarung, Asda II Pemkab Indramayu, Suwenda, Camat Cantigi Rusyad Nurdin ST MSi, Sekretaris Umum AKSI Wartono SPd, serta Kuwu se-Kecamatan Cantigi dan desa lain. Sementara Anggota Komisi V DPR RI Yoseph Umarhadi, mengatakan, pembangunan tembok di sepanjang sungai Cemara dinilai bisa menjadi solusi menanggulangi banjir rob. Karena tembok tersebut bisa menahan air pasang sehingga tidak limpas ke darat. \"Masalah ini harus kita pikirkan, karena menyangkut kelangsungan hidup dan hajat masyarakat serta perekonomian Desa Cemara. Memang untuk membangun tembok di pinggiran sepanjang sungai ini anggaranya cukup besar. Namun, saya akan membantu memperjuangkannya,” ujarnya. Yoseph mengatakan pihaknya akan menyampaikan dan mengonsultasikan masalah ini dengan Kementerian PUPR. (kom)
Banjir Rob Hantui Warga Cemara
Sabtu 08-09-2018,23:47 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 09-10-2026,05:11 WIB
Rela Lepas Kewarganegaraan Jepang, Taisei Marukawa: Cita-cita Saya Bermain untuk Indonesia, Naturalisasi?
Jumat 09-10-2026,05:10 WIB
Timnas Indonesia Hadapi Grup Neraka Piala Asia 2027, Juara ASEAN Jadi Modal Jadi Kuda Hitam
Jumat 09-10-2026,09:22 WIB
Cara Menghitung Neptu Hari dan Pasaran Lahir untuk Mengetahui Arah Rezeki
Kamis 08-10-2026,21:03 WIB
Taisei Marukawa Terang-terangan Ingin Bela Timnas Indonesia, Proses Naturalisasi Berjalan
Jumat 09-10-2026,09:13 WIB
Syarat Perpanjangan SIM A dan C 2026, Cek Dokumen dan Biaya Terbaru
Terkini
Jumat 09-10-2026,19:31 WIB
Pemprov Jabar Buka Aduan Calo Kerja Lewat Sapawarga, Ini Cara Melaporkannya
Jumat 09-10-2026,19:00 WIB
Siswa SMKN 1 Mundu Hilang di Perairan Pati, Keluarga Syok Tim SAR Datang Ke Cirebon
Jumat 09-10-2026,18:32 WIB
Kaki Terbelit Tali Pemberat, Siswa SMKN 1 Mundu Hilang di Laut Saat PKL di Pati
Jumat 09-10-2026,17:58 WIB
Tipis, Fleksibel, dan Bisa Dilipat! Ini Keunggulan Laptop Foldable OLED
Jumat 09-10-2026,17:30 WIB