JAKARTA - Banyaknya kepala daerah aktif yang terkena operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupai (KPK) menjadi perhatian khusus Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo. OTT KPK terhadap kepala daerah harusnya menjadi pelajaran atau pecut bagi seluruh Kepala daerah. Khususnya yang baru dilantik. \"Memang tidak bisa dipungkiri banyak kepala daerah yang di-OTT KPK terkait dugaan korupsi. Mulai dari suap, fee proyek dan seabagainya. Ini pelajaran penting dan mahal,\" kata Kordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman di Jakarta, Kamis (11/10). Dia mengingatkan para kepala daerah khusunya yang barus saja dilantik jangan pernah berfikir untuk mencari untung saat menjalankan anamah rakyat alias mencari \'balik modal\'. Pemikiran balik modal itu nantinya mengganggu psikologis yang berdampak pada prilaku negatif hingga mencoba bermain dengan anggaran yang berujung pada tindak pidana korupsi. \"Dipilih rakyat, jalankan amanah dengan baik, jangan pernah pikirin modal saat menjadi calon, karena itu nanti berpikir bagaiman caranya balik modal. Ini bahaya,\" jelasnya. Namun, Boyamin yang juga pernah menjadi kuasa hukum mantan Ketua KPK Antasari Azhar ini juga merasa bingung. Sebab, semakin banyaknya kepala daerah yang terkena OTT KPK tetapi tidak mengurangi dugaan korupsi yang diduga melibatkan Kepala Daerah. \"Saya juga bingung, harusnya banyak yang kena OTT makin berkurang korupsinya. Tapi ini kok makin banyak,\" tutupnya. Tjahjo mengaku prihatin karena sejumlah OTT yang dikakukan KPK selama ini justru menjerat kepala daerah yang masih aktif. \"Ini warning,\" tegasnya. Tjahjo sendiri mengaku sedih dengan masih banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Terlebih dari tahun ke tahun, kepala daerah yang kena kasus korupsi kecenderungannya meningkat. \"Kalau mau dilihat, dari sisi sistem pengawasan dan pencegahan sudah baik. Komisi anti rasuah pun aktif memberikan supervisi. Mestinya, ini jadi perhatian bersama. Khususnya bagi para kepala daerah aktif. Memahami area rawan korupsi sudah terus diberikan. Seluruh kementerian/lembaga juga sudah bekerja sama dengan KPK. Jadi kembali ke manusianya saja,\" ungkapnya. Lebih lanjut, dirinya juga menjelaskan tentang kasus yang menjerat Bupati Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Kata Tjahjo, kementeriannya telah mengambil langkah menunjuk wakil bupati sebagai pelaksana tugas bupati. Langkah ini semata untuk menjamin agar roda pemerintahan di Pasuruan tetap berjalan normal. Pertimbangannya memang karena Bupati Pasuruan telah berstatus tersangka dan sudah ditahan KPK. \"Untuk Malang, karena yang bersangkutan sedang dalam proses penyelidikan walaupun statusnya tersangka, maka belum kami tunjuk Plt-nya sampai nanti dengan proses penyelidikannya sampai dimana,\" tutupnya. (Gat/FIN)
Banyak OTT, Kepala Daerah Tak Usah Pikirin ‘Balik Modal’
Sabtu 13-10-2018,01:01 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 27-10-2026,15:12 WIB
5 Motor Bebek Jadul Era 90-an yang Kini Mahal, Ada Astrea Grand dan F1ZR
Selasa 27-10-2026,12:30 WIB
35 Guru Jadi Korban MBG di Cirebon, PGRI Soroti Beban Kerja dan Tanggung Jawab Pendidik
Selasa 27-10-2026,21:01 WIB
444 Ribu Batang Rokok Ilegal Ditindak di Kabupaten Cirebon, Nilainya Hampir Rp600 Juta
Selasa 27-10-2026,13:00 WIB
Pendaftaran Beasiswa Danantara 2026 Ditutup? Cek Jadwal dan Status Terbaru
Selasa 27-10-2026,17:03 WIB
Bingung Pilih iPhone? Ini Daftar iPhone 11 sampai iPhone 17 Lengkap dengan Spesifikasinya
Terkini
Rabu 28-10-2026,07:01 WIB
BRIN Siapkan Inovasi Biogas dari Limbah Sawit, Berpeluang Tekan Impor LPG
Rabu 28-10-2026,06:01 WIB
Yusril Kaji Aturan Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi, Siapa yang Berwenang Menghitung?
Rabu 28-10-2026,05:17 WIB
Bukan Smartwatch Biasa, Garmin MARQ Gen 3 Punya Memori 128 GB, Titanium, EKG, dan Baterai 18 Hari
Rabu 28-10-2026,05:07 WIB