KUNINGAN - Pintu air Waduk Darma untuk kebutuhan saluran irigasi akhirnya ditutup per 16 Oktober 2018. Karena volume air waduk Darma dinilai sudah di bawah kapasitas normal. Petugas operasi dan pemeliharaan (OP) Waduk Darma Ahmad Mansubun Zamanudin mengatakan, penutupan pintu air Waduk Darma dilakukan sesuai jadwal yang telah dibuat pada awal musim kemarau lalu. Pada 16 Oktober tepat pukul 9.00 WIB, pintu air untuk kebutuhan irigasi ditutup karena debit air Waduk Darma yang semakin surut sejak dialirkan pada awal Juni lalu. \"Volume air Waduk Darma saat ini tersisa 14,4 juta meter kubik dari kapasitas normal sekitar 36 juta kubik. Sesuai jadwal dan untuk menjaga ekosistem air waduk dan kondisi air tanah serta bangunan di sekitar waduk tetap baik, maka pintu air untuk kebutuhan irigasi pertanian ditutup per tanggal 16 Oktober ini,\" ungkap Ahmad kepada Radar Kuningan. Penutupan pintu air tersebut, kata Ahmad, telah diinformasikan sejak jauh hari kepada para petugas pengelola bendung-bendung untuk kemudian diinformasikan kepada para petani termasuk dinas terkait seperti SDAP dan Dinas Pertanian. Hal tersebut dimaksudkan agar para petani tidak kaget saat terjadi penutupan pintu air dan kondisi lahan pertanian mereka pun dalam keadaan aman. Namun demikian, Ahmad mengatakan, para petani tak perlu risau dengan penutupan pintu air Waduk Darma tersebut. Pasalnya, debit air Waduk Darma yang tersisa sebanyak 14,4 juta kubik masih memungkinkan dialirkan untuk kebutuhan pengairan sawah jika memang dibutuhkan. \"Karena untuk batas mati atau dead storage Waduk Darma adalah 7 juta kubik, sehingga masih ada cadangan air 7,4 juta kubik untuk mengairi persawahan. Namun untuk mekanisme pengalirannya harus melalui proses pengajuan secara tertulis oleh dinas terkait kepada Unit Pengelola Bendungan (UPB) yang kantornya di Cirebon. Nanti setelah mendapat persetujuan, baru kami akan buka lagi pintu air sesuai kebutuhan yang diajukan,\" ujar Ahmad. Sementara itu, pantauan Radar Kuningan, kondisi Waduk Darma saat ini semakin surut. Terlihat dari semakin luasnya tanah timbul di bibir maupun tengah waduk. Kondisi itu pun banyak dimanfaatkan warga sekitar untuk mencari ikan dengan cara dipancing maupun menggunakan jaring hingga ke tengah tanpa harus menggunakan sampan, melainkan cukup berjalan kaki. Bahkan ada pula yang mengendarai sepeda motor. (fik)
Pintu Air Waduk Darma Ditutup
Kamis 18-10-2018,02:02 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 30-04-2026,15:44 WIB
Perempuan Disabilitas Hanyut di Sungai Jamblang Cirebon, Polisi dan Basarnas Turun Tangan
Kamis 30-04-2026,07:21 WIB
Sebelum Isu Mencuat, Fatimah Azzahra Sudah Diceraikan Secara Agama dan Ajukan Gugatan Cerai
Kamis 30-04-2026,17:00 WIB
Data Terbaru 94 Pinjol Resmi yang Diawasi OJK April 2026, Cek Daftar Lengkapnya
Kamis 30-04-2026,06:02 WIB
Sekolah 5 Hari SD di Cirebon Belum Bisa Jalan, Ini Alasannya
Kamis 30-04-2026,10:39 WIB
Simulasi Kredit Honda BeAT Wilayah Cirebon April 2026, Bisa Tanpa DP?
Terkini
Jumat 01-05-2026,05:27 WIB
DNA Vario dan PCX Ada di Motor Ini, Simak Nih Fitur Unggulan Honda NS150ES
Jumat 01-05-2026,05:21 WIB
KAI Daop 3 Cirebon Resmi Gunakan Biosolar B40, Siap Menuju Energi Bersih
Jumat 01-05-2026,05:05 WIB
Menkop Dorong Merek Kolektif Jadi Jaminan Kredit, Perbesar Peluang UMKM Tembus Perbankan
Jumat 01-05-2026,04:55 WIB
Review Infinix GT 50 Pro: HP Gaming 2026 dengan Pendingin Cair, Cocok untuk Gamer Hardcore
Jumat 01-05-2026,04:00 WIB