WASHINGTON - Pentagon dilaporkan mengirim lebih dari 5.200 pasukan ke perbatasan Amerika Serikat (AS) dan Meksiko, karena ribuan migran Amerika Tengah (AT) datang berbondong-bondong menuju utara melalui Meksiko. Jenderal Terrence O\'Shaughnessy mengatakan operasi yang dinamakan Operation Faithful Patriot itu akan fokus pada beberapa area seperti Texas, Arizona, dan California. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan jika invasi para migran ini nantinya akan berhadapan dengan militer AS yang telah disiapkan untuk menunggu kedatangan mereka. Suami Melania Trump itu juga mengatakan kepada Fox News, bahwa \"kota tenda\" nantinya akan dibangun untuk menampung para migran yang mencari suaka di negara tersebut. \"Jika mereka mengajukan permohonan suaka, kami akan menahan mereka sampai nanti waktunya pengadilan berlangsung. Kami akan membangun kota tenda, kami akan membangun tenda di semua tempat ,\" kata Trump dalam sebuah wawancara pada Senin, seperti dikutip BBC, Selasa(30/10). Sementara itu di area perbatasan, setidaknya terdapat 2.100 anggota Garda Nasional, yang sebelumnya dikirim atas permintaan Donald Trump pada bulan April lalu. Perlu diketahui, beberapa pihak di AS, telah tuduh menggunakan migran untuk keperluan elektoral, hanya seminggu sebelum Amerika serikat melakukan pemungutan suara. Dalam pemilihan jangka menengah pada 6 November, Partai Republik Presiden Trump akan berupaya menjaga kedua majelis Kongres keluar dari tangan Demokrat. Untuk mengatasi para migran, Komandan NORAD Jenderal O\'Shaughnessy mengatakan jika pasukan akan dikerahkan pada akhir minggu dengan senjata, helikopter, pesawat terbang, penghalang dan kawat berduri untuk mendukung agen patroli perbatasan. Meski jumlah para migran ini diperkirakan menurun akibat adanya tawaran suaka dari pemerintahan Meksiko dan lamanya perjalanan yang harus mereka tempuh, presiden ke-45 Amerika Serikat itu tetap mewaspadai kedatangan para migran kali ini. Pengerahan lebih dari lima ribu tentara ke perbatasan ini mungkin hanya akan memberikan sedikit dampak nyata, mengingat para migran pada dasarnya, sudah berencana untuk mengajukan permintaan hukum untuk mendapatkan suaka. Urgensi pengiriman tentara Amerika Serikat ini juga dipertanyakan, mengingat bahwa butuh berbulan-bulan bagi migran untuk bisa sampai di perbatasan. Di Amerika Serikat, imigrasi bukanlah sebuah permasalahan yang utama. Presiden Trump mungkin sedang mencari keuntungan politik dari kedatangan para migran. Komisioner Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS, Kevin McAleenan juga sempat berbicara pada konferensi pers hari senin (waktu setempat). Kepada para wartawan McAleenan mengatakan jika para migran diperkirakan tiba di perbatasan AS dalam beberapa minggu ke depan. Wall Street Journal mencatat, jumlah penempatan pasukan yang di perbatasan barat daya ini, akan melebihi jumlah pasukan AS yang saat ini berada Suriah dan Irak. Trump juga tercatat sebagai presiden pertama yang mengirimkan pasukan ke perbatasan Amerika dengan Meksiko. Sebelum Trump, Presiden Barack Obama mengirim sekitar 1.200 prajurit Garda Nasional untuk menjaga daerah perbatasan. Sementara 6.000 pasukan juga pernah dikirim untuk membantu Patroli Perbatasan dalam Operasi Jump Start di masa kepemimpinan Presiden George W Bush.(ruf/fin)
Pentagon Kirim 5.200 Pasukan ke Perbatasan AS
Kamis 01-11-2018,02:02 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 25-10-2026,21:00 WIB
Tablet Murah dengan Stylus Pen dan Keyboard Bawaan, Praktis untuk Kerja dan Belajar
Senin 26-10-2026,08:00 WIB
Cara Mengambil Motor yang Hilang dan Ditemukan Polisi, Ini Syaratnya
Minggu 25-10-2026,21:32 WIB
Dramatis! Persib Nyaris Gagal Menang, Adam Alis Jadi Pahlawan di Menit ke-90+1
Minggu 25-10-2026,19:30 WIB
6 Nutrisi Penting untuk Lansia agar Massa Otot dan Tulang Tetap Kuat
Minggu 25-10-2026,19:19 WIB
Calvin Verdonk Makin Bersinar di Eropa, 3 Pemain Diaspora Justru Kehilangan Tempat di Klub
Terkini
Senin 26-10-2026,16:01 WIB
8 Hal yang Wajib Dihindari Saat Merawat Kulit Wajah Berminyak dengan Bopeng Dalam
Senin 26-10-2026,15:58 WIB
Singapura Desak Hormati Kontrak Ekspor Gas, Bahlil: Jangan Ajari Indonesia Komitmen
Senin 26-10-2026,15:38 WIB
Menteri ESDM Tegaskan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura Masih Sesuai Kontrak
Senin 26-10-2026,15:30 WIB
Vivo V80 Andalkan 90W FlashCharge, Berapa Lama Waktu untuk Mengisi Baterai hingga Penuh?
Senin 26-10-2026,15:00 WIB