CIREBON-Kosongnya sejumlah kursi pejabat esleon II, III dan IV, berdampak pada kinerja satuan kerja perangkat daerah. Apalagi kalau pejabat yang pensiun di satu dinas, memegang jabatan struktural. Seperti yang terjadi di Sekretariat DPRD. Di mana tiga kepala bagiannya dijabat pelaksana tugas (plt). Sekretaris DPRD Drs Sutisna MSi mengatakan, banyaknya kursi kosong eselon III dan IV membat beban kerja akhirnya tertumpu kepadanya. Ada tiga kepala bagian semuanya kosong karena ditinggal pensiun dan ada yang tidak terisi sejak setahun. Kemudian pejabat esleon IV ada 3 yang sudah pensiun, sehingga praktis beban kerja tertumpu sebagai dirinya sebagai kepala SKPD di sekretariat DPRD. “Mau bagaimana lagi. Semua jadinya memang numpuk di saya,” ujar Sutisna, kepada Radar Cirebon. Distribusi program, kata Sutisna, termasuk pencairan anggaran yang harusnya cukup di level kabag, sekarang harus ditangani langsung oleh dirinya. Dalam kondisi normal, kabag menjabat sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA). Dengan ketiadaan pejabat ini, akhirnya semua ditarik kepada Pengguna Anggaran (PA). Selain urusan pencairan anggaran, berkas-berkas laporan keuangan juga menumpuk di meja kerjanya. Bahkan sekarang ia harus turun langsung membuat laporan. “Biasanya saya Cuma tanda tangan, sekarang harus emua di-handle saya,” ucapnya. Tidak sampai di situ, di APBD 2019 Sutisna yang menangani semua penyusunan anggaran dari masing-masing bidang dengan anggarannya cukup besar. Padahal apabila ada kabag, urusan semacam ni tidak pernah ditangani. “Sangat terasa, ini berkas yang belum saya selesaikan karena semuanya menumpuk di sini (meja kerja),” katanya. Kondisi serupa juga terjadi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB). Semua bidang kosong. Kepala bidang KB tak ada pejabatnya. Sehingga tugasnya dibebankan kepada para kepala seksi. Begitu juga di di Dinas Perdagangan Koperasi UMKM (Disdagkop-UKM). Bidang Koperasi dan UKM dua orang kepala seksinya meninggal dunia. Sehingga beberapa program harus dibantu caretaker dari bidang lain. Kepala Bidang Koperasi dan UKM Saefudin Jupri mengaku cukup kewalahan melaksanakan program. Lantaran dua kepala seksinya berpulang dari dunia. Bahkan untuk sekadar menyusun rencana kerja anggaran (RKA) harus dibantu bidang lain. “Saya kira ini butuh penggantinya. Karena program kita juga harus jalan,” tukasnya. Seperti diketahui, dalam dua tahun ini gelombang pensiun PNS memang cukup deras. Untuk tahun ini saja, tercatat ada lima kepala dinas yang pensiun. Kemudian empat pejabat eselon III A, empat pejabat III B, 39 pejabat eselon IV A dan enam pejabat eselon IV B. Sedangkan tahun mendatang, masih ada gelombang pensiun. Sedikitnya 52 pejabat purna tugas. Terdiri dari dua pejabat eselon II, tiga pejabat eselon II B, tiga pejabat eselon III A, delapan pejabat eselon III B, 24 pejabat eselon IV A, dan 12 pejabat eselon IV b. (abd)
Pemkot Cirebon Krisis Pejabat, Beban Kerja Numpuk
Rabu 12-12-2018,13:00 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 22-03-2026,08:48 WIB
2 Pemuda Curi HP di Kedawung Lalu Motor di Mundu, Berakhir Babak Belur
Minggu 22-03-2026,10:56 WIB
Wisata Cirebon Terbaru! Museum AI Lotus Sajikan Sejarah Pangeran Matangaji dengan Visual Modern
Minggu 22-03-2026,12:30 WIB
Wisata Cirebon Keraton Kasepuhan Ramai Saat Lebaran, Ini Daya Tariknya
Minggu 22-03-2026,08:18 WIB
HP Dicuri Pagi di Sutawinangun, Malamnya Kapolsek Kedawung Serahkan Kepada Korban
Minggu 22-03-2026,09:30 WIB
Final Carabao Cup 2026: Arsenal vs Manchester City, Duel Panas Arteta dan Guardiola
Terkini
Senin 23-03-2026,07:22 WIB
Waspada! Ini 5 Penyakit yang Sering Muncul Setelah Lebaran, Jangan Dianggap Sepele
Senin 23-03-2026,06:00 WIB
Khasiat Kulit Bawang yang Jarang Diketahui, Ternyata Baik untuk Jantung dan Pencernaan
Senin 23-03-2026,05:37 WIB
Ivar Jenner Dipastikan Gabung Timnas Indonesia, Dewa United Bantah Cedera Parah
Senin 23-03-2026,05:26 WIB
9 Manafaat Jus Lidah Buaya untuk Kesehatan, dari Kulit Glowing hingga Detoks Alami
Senin 23-03-2026,05:14 WIB