Gempa bumi kembali dirasakan di Bandung, Jawa Barat, Senin (11/2/2019) pukul 13.08.50. Episenter gempa berkekuatan M 4,1 ini terletak di darat sekitar 17 kilometer tenggara Kabupaten Bandung dengan kedalaman 10 kilometer. ”Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat aktivitas sesar Garsela (Garut Selatan),” kata Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Tangerang Selatan Joko Siswanto. Data BMKG, guncangan gempa ini dirasakan di daerah Bojongsoang dan Banjaran, Kabupaten Bandung, dengan skala II Modified Mercalli Intensity (MMI). Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan BMKG Daryono mengatakan, pada pukul 13.25 WIB terjadi gempa susulan dengan skala M 2,3. Dia mengatakan, sesar Garsela telah lama diketahui aktif. Namun, belakangan sesar ini lebih kerap memicu gempa bumi. Gempa berkekuatan M 3 juga terjadi di zona sesar Garsela pada Senin (21/1/2019) pukul 10.53 WIB. Sesar ini pula yang pada 18 Juli 2017 memicu gempa M 3,7 yang menimbulkan kerusakan bangunan dan Control Room Kamojang 4 milik Pertamina Geothermal Energy. ”Hasil monitoring kami di BMKG sejak tahun 2009 tidak pernah ada gempa di zona sesar Garsela dengan kekuatan atau magnitudo yang melebihi M 5,0. Rata-rata gempa berkekuatan kecil, tetapi sangat dangkal sehingga dirasakan oleh masyarakat dan berpotensi merusak,” kata Daryono. Menurut penelitian Andri Dian Nugraha dari Global Geophysics Research Group Institut Teknologi Bandung (ITB), sesar Garsela dibagi dua segmen, yaitu Rakutai sepanjang 19 km dan Kencana sepanjang 17 km. Meski diketahui segmennya, untuk kepentingan mitigasi masih diperlukan pemetaan dengan skala rinci. Keberadaan sesar Garsela ini menambah kompleks sumber gempa di Jawa Barat. Kajian Pepen Supendi dari Teknik Geofisika ITB dan tim yang dipublikasikan di jurnal Geoscience Letter tahun 2018 berhasil mengidentifikasi 168 lokasi sumber gempa dangkal, kurang dari 30 km, di Jabar pada 2009-2015. Gempa-gempa ini diduga berkaitan dengan aktivitas sesar Cimandiri, Lembang, dan Baribis, juga zona sesar lokal di Garut Selatan yang diberi nama Garsela. Dalam tulisan ilmiah itu juga disebutkan, aktifnya sesar-sesar di Jabar berpotensi memicu bencana karena lokasinya yang berdekatan dengan kawasan berkepadatan penduduk tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, populasi di Jabar mencapai 46.183.642 dan sebagian besar tinggal di dekat jalur patahan. Selain sesar Garsela, jalur patahan di darat yang paling dikhawatirkan di Jabar adalah sesar Lembang yang memanjang 29 kilometer arah timur-barat di utara Bandung. Jalur sesar ini melewati bangunan perumahan, sekolah, hingga bangunan militer. (*)
Gempa Bandung Ulah Sesar Garsela
Senin 11-02-2019,21:57 WIB
Reporter : Dian Arief Setiawan
Editor : Dian Arief Setiawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 27-07-2026,18:12 WIB
Anak Mantan Bupati Cirebon Sunjaya Dilaporkan ke Polisi, Ini Dia Kasusnya
Senin 27-07-2026,08:07 WIB
Prediksi, Timnas Indonesia Punya Skuad Mewah, Kamboja Terancam Jadi Korban Perdana
Senin 27-07-2026,09:09 WIB
10 Mobil Kecil Bekas Pilihan Keluarga, Irit BBM dengan Kapasitas 1500cc, Bisa Buat Harian atau Pelesiran
Senin 27-07-2026,08:00 WIB
Memori Besar, Baterai Jumbo, Harga Bersahabat! Ini Rekomendasi HP Vivo untuk Pelajar
Senin 27-07-2026,13:56 WIB
Tayang Malam Ini, Live Streaming Indonesia vs Kamboja Piala AFF 2026 Bisa Ditonton Gratis! Begini Caranya
Terkini
Selasa 28-07-2026,05:02 WIB
Touring Bareng Jurnalis, Ketua DPRD Kuningan: Pers Pilar Keempat Demokrasi
Selasa 28-07-2026,04:51 WIB
Rumor Transfer BRI Super League 2026: Satu Lagi Pemain Diaspora Merapat ke Liga Indonesia? Cek Fakta
Selasa 28-07-2026,04:51 WIB
5 Mobil Diesel Bekas yang Masih Layak Dibeli, Awet untuk Jangka Panjang, Harga Jual Kembali Tetap Menarik
Selasa 28-07-2026,04:49 WIB
Tolak Naturalisasi Mentah-mentah, Pascal Struijk Pemain Keturunan Indonesia Tutup Peluang Gabung Timnas
Selasa 28-07-2026,04:03 WIB