KUNINGAN–Sasaran imunisasi di Kabupaten Kuningan pada tahun 2019 mencapai 106.967 orang. Data itu diperoleh saat kegiatan rapat koordinasi program imunisasi tingkat kabupaten, yang dibuka langsung Bupati H Acep Purnama SH MH di Aula Bank bjb Cabang Kuningan, kemarin. “Cakupan imunisasi harus diperhatikan tinggi dan merata di seluruh wilayah. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan terjadinya daerah kantong yang mempermudah terjadinya kejadian luar biasa (KLB),” kata Bupati Acep saat memberikan sambutannya. Dia mengatakan, sasaran imunisasi di Kabupaten Kuningan pada tahun 2019 ini terdiri dari 17.242 bayi, 17.523 balita dua tahun (baduta), dan 19.196 ibu hamil. Kemudian sasaran bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) bagi anak-anak kelas 1 sebanyak 17.485 orang, kelas 2 sebanyak 17.767 anak, dan kelas 5 sebanyak 17.754 anak. “Jadi, untuk mendeteksi dini terjadinya peningkatan kasus penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB, imunisasi perlu didukung oleh surveilans epidemilogi. Kalau untuk di Kuningan sendiri, sudah ada sebanyak 327 dari total 376 desa/kelurahan yang telah mencapai UCI (Universal Child Immunization), atau sekitar 87 persen tercapainya imunisasi dasar secara lengkap,” terangnya. Agar mencapai persentase yang maksimal, Bupati Acep meminta agar ada kerja sama dari berbagai lintas sektoral untuk melakukan pergerakan sasaran yang belum diimunisasi, supaya bersedia melakukan imunisasi. “Semoga semua sasaran imunisasi mendapatkan pelayanan imunisasi dasar lengkap hingga usia 18–24 bulan. Sehingga kasus PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) tidak menjadi masalah di Kabupaten Kuningan,” harapnya. Dia menjelaskan, penyakit yang kini menjadi perhatian dunia sekaligus merupakan komitmen global yang diikuti oleh semua negara adalah Eradikasi Polio (ERAPO), eliminasi campak dan rubella, serta Eliminasi Tetanus Maternal dan Neotanal (ETMN). Sebab perlu diketahui, pembangunan bidang kesehatan di Indonesia saat ini memiliki beban ganda (double burden), yaitu beban masalah penyakit menular dan penyakit degeneratif. “Pemberantasan penyakit menular sangat sulit, karena penyebarannya tidak mengenal batas wilayah administrasi. Imunisasi merupakan salah satu tindakan pencegahan penyebaran penyakit ke wilayah lain, yang terbukti sangat cost efective,” tandasnya. Melalui imunisasi, Bupati Acep menilai, bahwa penyakit cacar telah berhasil dibasmi. Sebab Indonesia dinyatakan bebas dari penyakit cacar pada tahun 1974. “Saya mengimbau kepada pasangan suami istri yang memiliki anak seperti yang disebutkan tadi, untuk segera diberi imunisasi. Ini untuk mencegah anak-anak terjangkit penyakit. Terlebih pemerintah menyediakan pelayanan imunisasi dasar lengkap hingga usia 18–24 bulan,” sebut bupati. (ags)
Sasaran Imunisasi Capai 106.967 Orang
Kamis 21-02-2019,20:00 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 24-03-2026,20:46 WIB
WFA 25-27 Maret 2026 Berlaku, Ini Ketentuan Lengkap untuk Karyawan Swasta
Selasa 24-03-2026,20:18 WIB
Arus Balik Tol Cipali Naik 88 Persen, Malam Ini 87 Ribu Kendaraan Mengarah ke Jakarta
Rabu 25-03-2026,10:29 WIB
Kapan WFH ASN Cirebon Diterapkan? Ini Update Terbaru dari Pemerintah
Selasa 24-03-2026,21:01 WIB
Bangga Masuk Skuad Garuda di FIFA Series 2026, Beckham Putra Siap Buktikan Kualitas
Rabu 25-03-2026,10:19 WIB
Tidak Ada WFA ASN Cirebon, Hari Pertama Kerja Wajib Masuk Kantor
Terkini
Rabu 25-03-2026,19:30 WIB
Pulih Pasca Banjir, Balap Robin Jadi Hiburan dan Penggerak Ekonomi Warga Aceh Saat Lebaran
Rabu 25-03-2026,19:04 WIB
Operasi Ketupat Berakhir, Polres Cirebon Kota Tetap Siaga Amankan Arus Balik
Rabu 25-03-2026,18:28 WIB
Update Arus Balik: Tol Cipali Sudah Normal, 67 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta
Rabu 25-03-2026,18:00 WIB
Hampers Spesial dari Oasis Bistro, Chicken dan Salmon Pot Pie Jadi Pilihan Elegan
Rabu 25-03-2026,17:51 WIB