RIYADH - Kerajaan Arab Saudi menentang klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel. Menurut pihak kerajaan, hal itu melanggar hukum internasional. \"Arab Saudi menolak keras dan mengecam pemerintah AS yang mengakui kedaulatan Israel dengan wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan,\" demikian pernyataan Kerajaan Arab Saudi yang disampaikan Kantor Berita SPA, Selasa (26/3). Kerajaan Arab Saudi sampai saat ini, masih mengakui Dataran Tinggi Golan adalah wilayah Syria yang dicaplok Israel. Menurut mereka, klaim AS atas kedaulatan Israel terhadap wilayah itu sama saja melanggar piagam dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). \"Ini akan berdampak negatif terhadap proses perdamaian dan keamanan serta kestabilan wilayah Timur Tengah,\" demikian lanjut isi pernyataan Kerajaan Arab Saudi. Israel memang menduduki Dataran Tinggi Golan dari Syria dalam Perang Enam Hari pada 1967 silam. Mereka menganeksasi Dataran Tinggi Golan secara efektif pada 1981, tapi tak pernah diakui oleh komunitas internasional. Dewan Keamanan PBB (DK PBB) juga tidak sepakat dengan sikap AS. Sejumlah negara pemilik hak veto di DK PBB yakni Tiongkok, Inggris, Prancis dan Rusia. Kini, sejumlah negara, termasuk Rusia, langsung memperingatkan Trump bahwa langkah AS justru akan menyulut konflik lebih besar di Timur Tengah. Sejumlah pihak menyayangkan langkah Trump soal Dataran Tinggi Golan. Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat, menyatakan cemas dengan masa depan setelah sikap Trump itu. \"Apa yang akan terjadi di masa mendatang? Ketidakstabilan yang pasti dan pertumpahan darah di kawasan ini,\" kata Erekat. Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menyatakan, tetap mendukung Syria mempertahankan Dataran Tinggi Golan. \"Kedaulatan wilayah adalah salah satu unsur mendasar dalam hukum internasional. Upaya AS untuk membenarkan aksi Israel melawan hukum internasional hanya akan menjurus kepada kekerasan di kawasan itu,\" kata Cavusoglu. Israel menganggap Dataran Tinggi Golan sangat penting dari sisi pertahanan karena menjadi benteng alami untuk menahan serangan dari wilayah Syria. Apalagi saat ini front sudah terbuka karena Syria merupakan sekutu Iran, yang merupakan musuh bebuyutan Negeri Zionis itu. Mereka khawatir, Iran bisa menggelar serangan terhadap Israel melalui Syria. Apalagi Iran juga mengembangkan rudal jarak menengah dan mampu melakukan pengayaan uranium sebagai bahan utama pembuatan hulu ledak nuklir. (der/fin)
Soal Dataran Tinggi Golan, Arab Saudi Kecam Amerika Serikat
Kamis 28-03-2019,05:35 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 24-03-2026,02:03 WIB
Timnas Indonesia Naik Ranking FIFA, Siap Hadapi FIFA Series 2026 dengan Skuad Solid
Selasa 24-03-2026,15:45 WIB
Puncak Arus Balik 2026: Kuningan-Cirebon Macet, Waktu Tempuh 3 Jam
Selasa 24-03-2026,04:01 WIB
Hindari Macet Saat Arus Balik, Kemenhub Minta Pemudik Atur Jadwal Pulang
Selasa 24-03-2026,06:07 WIB
ASEAN Bersinar! Indonesia, Vietnam, dan Singapura Lolos ke Piala Asia 2027
Selasa 24-03-2026,05:02 WIB
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Mahmoud Abbas hingga Erdogan, Ini Pesan Pentingnya
Terkini
Selasa 24-03-2026,22:00 WIB
Janji Normalisasi Irigasi Tak Kunjung Terealisasi, Warga Cibogo Cirebon Geram
Selasa 24-03-2026,21:01 WIB
Bangga Masuk Skuad Garuda di FIFA Series 2026, Beckham Putra Siap Buktikan Kualitas
Selasa 24-03-2026,20:46 WIB
WFA 25-27 Maret 2026 Berlaku, Ini Ketentuan Lengkap untuk Karyawan Swasta
Selasa 24-03-2026,20:18 WIB
Arus Balik Tol Cipali Naik 88 Persen, Malam Ini 87 Ribu Kendaraan Mengarah ke Jakarta
Selasa 24-03-2026,20:01 WIB