Minta Kepastian Ganti Rugi dari Pemprov KERTAJATI - Sebagian warga Desa Kertasari, Kecamatan Kertajati meminta kepada Pemerintah Provinsi untuk segera memroses pembebasan lahan miliknya yang terkena pembebasan Bandara Internasional Jawa Barat. Pasalnya, nasib mereka masih terkatung-katung akibat tidak adanya kepastian kepindahan atau masih tetap menempati lahan tersebut. Pipin, warga Desa Kertasari ini mendesak pemerintah segera melakukan pembebasan lahan. Sebab, warga desa tetangga sudah hidup lebih nyaman, karena sudah berada di tempat baru pasca lahannya dibebaskan. “Secara psikologis sangat berpengaruh, apakah benar lahan kami akan diganti rugi atau tidak? Bila ada ketegasan, kami masyarakat akan nyaman. Tapi sekarang masih belum pasti,” tuturnya. Senada juga disampaikan Parsiman. Menurutnya, yang harus diperhatikan pemerintah adalah jika masyarakat sudah mendapatkan kejelasan lahan terkait ganti rugi lahan, maka mereka akan segera berupaya mencari lahan pengganti yang nilainya lebih murah atau terjangkau dengan uang yang diterima dari hasil ganti rugi lahan. Betapa tidak, kini sudah semakin ramai yang menyebabkan lahan lain (baru) harganya sudah semakin naik. “Apalagi dengan isu kenaikan harga BBM, maka harga kebutuhan pokok sudah lebih dulu naik. Ganti rugi lahan pun demikian, mendongkrak harga tanah di tempat lain di wilayah Kertajati. Masyarakat telah merencanakan pengalokasian uang bila mana terima ganti rugi nanti,” ungkapnya. Terpisah, Camat Kertajati Aminudin membenarkan adanya keinginan masyarakat Kertasari yang berharap lahannya segera diganti rugi dengan berbagai alasan. Menurutnya, hingga saat ini untuk melakukan ganti rugi lahan, masih dilakukan verifikasi faktual terhadap kekayaan milik masyarakat yang semula direncanakan pada bulan April lalu, belum juga terrealisasi. Pihaknya hingga kini belum menerima informasi dari satgas tentang pelaksanaan verifikasi tersebut. “Informasi yang diperoleh katanya alokasi anggaran yang tersedia di Pemprov Jabar itu untuk pembebasan lahan di wilayah Desa Sukamulya dan Sukakerta yang lahannya diperuntukan bagi perluasan runway. Sementara lahan yang sudah siap untuk dibebaskan hanya di Blok Cintakarya dan Kertasari yang tinggal diverifikasi. Jadi, mungkin itu hambatan bagi satgas sehingga Dishub Provinsi belum bisa turun,” kata Camat. (ono)
Nasib Warga Kertasari Terkatung-katung
Minggu 05-05-2013,08:58 WIB
Reporter : Dedi Darmawan
Editor : Dedi Darmawan
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 30-05-2026,19:35 WIB
Polres Cirebon Kota Bongkar Modus Kejahatan Digital, Korban Diancam Foto Palsu Berbasis AI
Sabtu 30-05-2026,20:04 WIB
FIFA Beri Sanksi Berat untuk Persib, Manajemen Ungkap Fakta Sebenarnya
Sabtu 30-05-2026,19:04 WIB
Maju Seleksi Direktur PDAM Cirebon, Niko Bhineko Dapat Dukungan Penuh IKA UGJ
Minggu 31-05-2026,02:00 WIB
Misteri Kematian Pemuda Cirebon di Jembatan Kanci, Keluarga Lapor ke Polresta Cirebon
Sabtu 30-05-2026,21:02 WIB
Daisuke Sato Akhirnya Buka Suara! Ungkap Fakta di Balik Sanksi FIFA untuk Persib Bandung
Terkini
Minggu 31-05-2026,16:00 WIB
Lenovo ThinkStation PGX Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Performa AI Tinggi dalam Desain Ringkas untuk Profe
Minggu 31-05-2026,15:06 WIB
FIFGROUP Raih Penghargaan Diamond di Ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026
Minggu 31-05-2026,14:04 WIB
GAC Indonesia Lengkapi Rangkaian Indomobil Expo 2026 di Bandung, Hadirkan Lini EV Unggulan dan Sales
Minggu 31-05-2026,13:00 WIB
Serahkan Replika Rumah Pohon Korowai, Masyarakat Papua Doakan KDM Jaga Hutan Papua
Minggu 31-05-2026,12:02 WIB