CIREBON-Dosen STMIK IKMI Cirebon melakukan workshop bedah proposal terkait penelitian dan pengabdian masyarakat atas hibah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Sabtu (18/5), di aula kampus setempat. Hadir sebagai pemberi materi Reviewer Nasional Kemenristekdikti Prof Dr Sc Agr Ir Didik Sulistyanto. Kepada Radar Cirebon, Didik menjelaskan, skema kementerian khususnya penelitian dan pengabdian, berlaku bagi dosen seluruh Indonesia. “Konsepnya adalah memacu dosen agar membuat proposal, dimana didanai oleh kementerian secara langsung,” katanya. Selain mengajar, kata Didik, riset dan pengabdian bagi dosen dirasa cukup penting. Dikarenakan merupakan tridarma perguruan tinggi yang wajib dilakukan. “Tidak hanya mengajar, tetapi harus ada penelitian dan pengabdian. Dan nilainya cukup besar sesuai dengan cluster masing-masing perguruan tinggi. Ada yang penelitian kompetisi nasional, ada desentralisasi. Mulai dari Rp25 juta sampai Rp250 juta per tahun,” beber Didik yang merupakan Rektor Universitas Budi Luhur ini. Jika dosen banyak riset, lanjut Didik, maka dosen tersebut akan mendapatkan koin dan poin. Yang dimaksud koin adalah rupiah yang secara otomatis dapat mensejahterakan dosen. Sedangkan poin digunakan untuk kenaikan jabatan fungsional. “Dia (dosen, red) dapat Rp250 juta satu tahun, dikali 3 tahun Rp750 juta, jadi koinnya naik. Sedangkan poin untuk kenaikan jabatan fungsional. Jenjang karirnya bisa naik. Tanpa itu (penelitian dan pengabdian, red) untuk dapat poin itu sulit,” ungkapnya. Menurutnya, dosen akan dibekali dan dilatih cara menulis proposal secara berjenjang. Setelah dikoreksi dua hingga tiga kali, hasilnya akan dikirim ke Kemenristekdikti untuk dilakukan seleksi. Sehingga, dikatakan Didik, workshop tersebut manfaatnya sangat luar biasa bagi dosen-dosen seluruh Indonesia. Melalui pelatihan yang diberikan, Wakil I Bidang Akademik Riset dan Inovasi STMIK IKMI Cirebon, Dian Ade Kurnia MKom berharap, dosen di kampusnya dapat mengikuti hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang akan dibuka Kemenristekdikti pada Juni mendatang. Sehingga, kata Dian, dosen mempunyai pengalaman sebagai seorang peneliti dan dapat berkontribusi kepada masyarakat. Selain itu, pelatihan yang diberikan diinginkan dapat memberikan pengembangan ilmu pengetahuan. “Hasil penelitian juga diharapkan memberikan sebuah nilai yang nantinya akan didaftarkan melalui hak kekayaan intelektual (HKI),” ujarnya. Kemudian melalui pengabdian, sambungnya, masyarakat dapat menikmati hasilnya terhadap apa yang dilakukan oleh dosen. Sehingga, dosen memiliki penambahan sisi nilai ekonomis. (ade)
Dosen STMIK IKMI Bedah Proposal , Ikuti Workshop Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Senin 20-05-2019,22:30 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 24-03-2026,15:45 WIB
Puncak Arus Balik 2026: Kuningan-Cirebon Macet, Waktu Tempuh 3 Jam
Selasa 24-03-2026,15:32 WIB
Update Data Korban Meninggal dan Kronologi Kecelakaan Maut di Cingambul Majalengka
Selasa 24-03-2026,20:46 WIB
WFA 25-27 Maret 2026 Berlaku, Ini Ketentuan Lengkap untuk Karyawan Swasta
Selasa 24-03-2026,14:34 WIB
Kecelakaan di Cingambul Majalengka, Berikut Ini Data Korban di RSUD Cideres
Selasa 24-03-2026,15:30 WIB
Nelayan Tenggelam di Cirebon Ditemukan Meninggal, Begini Kronologi Lengkap Kejadian di Muara Tawangsari
Terkini
Rabu 25-03-2026,13:40 WIB
10 Cafe Tengah Kota di Cirebon yang Estetik dan Nyaman untuk Nongkrong dan WFC
Rabu 25-03-2026,13:00 WIB
Wisata Malam 'Lumi Land' Hadir di Goa Sunyaragi, Jam Operasional Diperpanjang Saat Libur Lebaran
Rabu 25-03-2026,12:03 WIB
Stok Pangan Cirebon Aman hingga 11 Bulan, Bulog Siapkan 136 Ribu Ton Beras
Rabu 25-03-2026,11:50 WIB
7 Rumah Makan Sunda di Majalengka Paling Enak, Favorit Keluarga dan Wisatawan
Rabu 25-03-2026,11:41 WIB