INDRAMAYU-Masa Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri tahun pelajaran 2019/2020 di Kabupaten Indramayu bakal dibuka, Senin (17/6). Sejumlah sekolah mulai melakukan persiapan guna menarik minat para pendaftar. Seperti yang dilakukan oleh Panitia PPDB SMA Negeri 1 Anjatan (Smanja) yakni dengan sistem jemput bola. Kepala Smanja, Drs H Rastan SPd MPd melalui Ketua PPDB Suharto SPd mengatakan, sebulan terakhir telah dilakukan sosialisasi ke SMP/MTs yang masuk dalam wilayah zonasi SMAN 1 Anjatan. Tujuannya, agar sekolah terutama guru pendamping calon siswa baru dapat memahami prosedur PPDB yang tahun ini mengalami bebrapa perubahan. Sehingga, pada saat pembukaan PPDB, mereka tidak lagi kebingungan dan dapat mengoptimalkan jalur pendaftaran yang disediakan berdasarkan profil siswa. “Demikian pula kepada orang tua maupun wali murid, ini supaya mereka paham dan dapat memilih jalur pendaftaran yang tepat. Sehingga peluang masuk ke Smanja besar,” kata Suharto kepada Radar Indramayu, Kamis (13/6). Meski demikian, diakuinya masih ada sekolah maupun orang tua murid yang belum sepenuhnya memahami aplikasi yang akan digunakan. Untuk itu, panitia akan terus menggencarkan sosialisasi termasuk pada saat PPDB berlangsung. Suharto menerangkan, pelaksanaan PPDB 2019 di Jawa Barat merujuk pada Permendikbud No. 51 tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada TK, SD, SMP, SMA, SMK serta Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan & Kebudayaan dengan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2019 dan Nomor 420/2973/Sj tentang Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru. PPDB di Jabar, katanya, diselenggarakan guna memenuhi hak-hak dasar warga negara untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan berkeadilan, dengan menerapkan asas objektif, akuntabel, transparan, dan tanpa diskriminasi sehingga mendorong peningkatan akses layanan pendidikan sesuai dengan kondisi Jabar. Adapun persyaratan PPDB saat ini yakni, calon peserta didik diberi kesempatan memilih salah satu dari 3 jalur yang disediakan. Yaitu Jalur zonasi dengan kuota 90%, memprioritaskan jarak terdekat dari domisili ke sekolah dengan seleksi berbasis jarak (75%). Di dalamnya sudah termasuk keluarga ekonomi tidak mampu (KETM) 20% dan kombinasi jarak serta prestasi akademik (15%). Kemudian, ada Jalur prestasi dengan kuota 5%, dapat melalui prestasi UN atau non-UN. Ketiga yaitu Jalur perpindahan orang tua dengan kuota 5%, didasarkan pada perpindahan tugas atau mengikuti tempat bekerja orang tua calon peserta didik. “Dari ketiga jalur pihian itu, calon pendaftar mesti memahami jenis jalur penerimaan yag ada dan mengambil jalur yang paling sesuai dengan jarak rumah ke sekolah, nilai UN, prestasi UN dan non-UN serta pertimbangan lainnya,” tandas Suharto. (kho)
PPDB, Smanja Pakai Sistem Jemput Bola
Sabtu 15-06-2019,02:00 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 06-10-2026,10:08 WIB
HP Terbaru Oktober 2026 Berdatangan, Ada yang Punya Baterai Jumbo dan Kamera 200MP
Selasa 06-10-2026,09:29 WIB
Patungan Rp400 Juta, Warga Cirebon Perbaiki Jalan Rusak yang 18 Tahun Tak Diperbaiki
Selasa 06-10-2026,04:27 WIB
Mobil Toyota Vios Gen 3 2013, Tipe G Lebih Mewah, Pelek 15 inci, AC Digital, Segini CC dan Harga Bekasnya
Selasa 06-10-2026,13:12 WIB
8 HP Android Mulai Ramai Pakai Nama Pro Max, Baterai Jumbo hingga 11.000 mAh dan Kamera 200 MP Jadi Andalan
Selasa 06-10-2026,09:51 WIB
Segini Kisaran Hadiah Buat Indonesia Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Lebih Besar daripada Piala AFF?
Terkini
Rabu 07-10-2026,03:13 WIB
Ramalan Shio Hari Ini Rabu 7 Oktober 2026, Ada 3 Shio yang Akan Dapat Kabar Sangat Baik Hari Ini!
Rabu 07-10-2026,02:01 WIB
Oknum PPPK Dinkes Majalengka Diamankan Polisi, Kasus Dugaan Penipuan Rp700 Juta Mulai Terungkap
Selasa 06-10-2026,21:45 WIB
Kebakaran Lahan di Perbatasan Belawa-Cipeujeh Kembali Membesar, Warga Khawatir Api Merembet ke Permukiman
Selasa 06-10-2026,21:31 WIB
MK Putus Gugatan Gibran, Tak Temukan Ijazah SMA tapi Status Wapres Tak Batal
Selasa 06-10-2026,21:12 WIB