KUALA LUMPUR - Sedikitnya tiga anggota unit antiteroris Kepolisian Malaysia ditangkap, atas kasus pemerasan kepada salah satu warga negara Indonesia (WNI). Seperti dilansir Malay Mail, Rabu (24/7), aparat yang ditangkap itu terdiri dari satu inspektur dan dua anggota polisi. Anggota berusia antara 22 dan 28 tahun itu diketahui bertugas di Divisi Anti Terorisme (E8) Bukit Aman selama dua hingga tiga tahun terakhir. Mereka dibekuk Departemen Investigasi Kriminal (CID), karena terlibat kasus pemerasan di Lembah Klang pada 13 Juli lalu. Sejumlah penyelidik pun ditugaskan untuk menangkap ketiga tersangka. Hal itu dilakukan setelah mereka menerima laporan dari seorang pegawai toko kelontong yang merupakan WNI. Dia mengaku, diserang oleh sekelompok polisi dari Bukit Aman di tokonya di Ampang Jaya pada 11 Juli, pukul 22.30 waktu setempat. \"Korban yang adalah orang Indonesia mengadukan perbuatan pemerasan itu di pos polisi Pandan Indah setelah dirinya diancam akan ditangkap, diserang dan paspornya disita oleh lima pria yang menggunakan kendaraan,\" kata salah seorang sumber di kepolisian setempat, Rabu (24/7). Menurut laporan, ketiga tersangka membawa WNI itu ke markas polisi di Ampang Jaya, sambil memberi tahu sang majikan kalau sang pegawai telah ditangkap. Mereka kemudian meminta uang jaminan sebesar RM 1.500 (sekitar Rp 5 juta) sebagai syarat jika ingin dibebaskan. \"Para tersangka itu kemudian membuat kesepakatan dan mengantar korban kembali ke toko setelah uang diserahkan oleh sang majikan,\" ujarnya. Setelah insiden tersebut, sang WNI bersama majikannya melaporkan kejadian yang dialami kepada pihak kepolisian. \"Polisi wilayah setempat langsung mengambil tindakan dan mengklasifikasikan kasus tersebut berdasarkan Pasal 395 dan Pasal 170 dari KUHP terkait perampokan kelompok kejahatan dan penyamaran sebagai pelayan publik,\" tuturnya. Setelah melakukan penyelidikan, kepolisian setempat menemukan bahwa ketiga tersangka sebelumnya telah terlibat dalam 12 kasus pemerasan lainnya di daerah Ampang, Setapak, Selayang, Sungai Buluh, Ulu Yam, Meru dan yang terakhir di Klang. Penyidik juga menyatakan, bahwa aparat satuan antiteror itu telah menyalahgunakan kewenangannya untuk melakukan pemerasan dengan dalih penyelidikan. \"Polisi tersebut merupakan bagian dari Divisi E8 yang berurusan dengan anti terorisme serta memiliki tugas resmi untuk menyelidiki orang-orang yang dicurigai sebagai suatu ancaman,\" pungkasnya. (der/fin)
WNI Diperas Polisi Antiteroris Malaysia
Jumat 26-07-2019,09:30 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 22-10-2026,09:37 WIB
Karhutla Landa Gunung Ciremai, Hingga Hari Ini Belum Padam, Tim Gabungan Berjibaku
Kamis 22-10-2026,11:24 WIB
Kekalahan Memalukan MU 4-1 dari Como, Roy Keane: Tak Layak Tampil di Liga Champions
Kamis 22-10-2026,10:29 WIB
Viral Video Pria dan Wanita Diduga Aniaya Anak di Lift, Nama Kerabat Kesultanan Cirebon Terseret
Kamis 22-10-2026,07:24 WIB
Persib Juara Liga 3 Kali Beruntun, tapi Fasilitas Belum Lengkap? Ini Alasan Adhitia & Ungkap Faktanya!
Kamis 22-10-2026,08:26 WIB
Como 1907 Bikin Kejutan di Liga Champions, Ternyata Ada ‘Tangan Dingin’ Orang Indonesia, Siapa Dia?
Terkini
Jumat 23-10-2026,07:02 WIB
DLH Kabupaten Cirebon Tegur PT MSS soal Tumpukan Sampah di Gebang, Ini Permintaannya
Jumat 23-10-2026,06:12 WIB
Poco X8 Bawa 4 Keunggulan Sekaligus, Baterai Tahan Lama, IP69K, RAM 12 GB dan Update Android 21
Jumat 23-10-2026,06:11 WIB
5 Rekomendasi HP Murah Terbaik 2026, Harga Rp2-3 Jutaan, Spek Cukup Kencang Buat Dipakai Harian
Jumat 23-10-2026,05:35 WIB
Striker Keturunan Indonesia Ini Cetak 12 Gol di Islandia, Tinggi 1,89 Meter dan Berpeluang Masuk Timnas
Jumat 23-10-2026,05:26 WIB