LONDON - Pemerintah Inggris telah mengumumkan dana tambahan senilai 2,1 miliar Pound Sterling (sekitar Rp 35,8 triliun) untuk memersiapkan Brexit tanpa kesepakatan. Dana tambahan itu, jumlahnya beberapa kali lipat dari nominal uang yang telah disisihkan pemerintah Inggris sejak awal tahun. Total anggaran tersebut nantinya digunakan untuk menghadirkan lebih banyak perwira pasukan perbatasan dan peningkatan kegiatan angkut infrastruktur di pelabuhan. Uang itu juga akan digunakan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Kent, yang merupakan jalur penyeberangan utama antara Inggris dan Eropa, dam mengatasi anterian yang disebabkan oleh keterlambatan di perbatasan. Langkah-langkah lain yang dibiayai oleh dana tersebut, termasuk anggaran untuk menimbun obat-obatan guna memastikan pasokan terus berlanjut. Pemerintah Inggris juga menjanjikan adanya program nasional untuk membantu pelaku bisnis lokal dalam menghadapi hari-hari saat dan setelah Brexit. \"Dengan 92 hari sampai Inggris meninggalkan Uni Eropa, penting bagi kami untuk mengintensifkan perencanaan menyeluruh, guna memastikan kami siap,\" kata Kanselir Sajid Javid, dilansir BBC, Kamis (1/8). \"Kami ingin mendapatkan penawaran bagus yang menghapuskan dukungan anti-demokrasi. Tetapi jika kami tidak bisa mendapatkan penawaran bagus, kami harus pergi tanpa itu,\" sambungnya. Javid juga mengatakan, bahwa tambahan dana fantastis itu akan memastikan Inggris siap meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober, baik dengan atau tanpa kesepakatan. Sementara itu, kanselir bayangan John McDonnell menggambarkan rencana penambahan dana itu sebagai pemborosan uang dari pembayar pajak yang mengerikan. \"Semuanya demi bujuk rayu Boris Johnson untuk mencapai kesepakatan yang benar-benar dapat dihindari,\" kritik McDonnell. \"Pemerintahan saat ini bisa saja mengesampingkan tanpa kesepakatan dan menghabiskan dana besar itu untuk sekolah, rumah sakit, dan kualitas hidup masyarakat kita,\" tambahnhya. McDonnell juga menegaskan, bahwa dia dan para oposisi lainnya akan melakukan usaha apapun untuk bisa memblokir Brexit tanpa kesepakatan. Sementara itu, tambahan dana paling baru itu terdiri dari 1,1 miliar Pound Sterling (sekitar Rp 18,7 triliun) yang akan diaslurkan ke seluruh kemneterian dan lembaga negara sesegera mungkin. Adapun sisa 1 miliar pound sterling (sekitar Rp17 triliun), disiapkan sebagai cadangan untuk masa-masa pasca-Brexit. Tambahan ini merupakan pelengkap dari total 4,2 miliar Pound Sterling (sekitar Rp 71,7 triliun) yang telah dialokasika untuk persiapan Brexit sejak 2016 oleh kanselir sebelumnya, Phillip Hammond. (der/bbc/fin)
Anggaran Brexit Rp 35,8 Triliun
Jumat 02-08-2019,23:03 WIB
Reporter : Husain Ali
Editor : Husain Ali
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 25-03-2026,10:29 WIB
Kapan WFH ASN Cirebon Diterapkan? Ini Update Terbaru dari Pemerintah
Rabu 25-03-2026,11:00 WIB
Arus Balik Cipali Hari Ini, One Way Arah Jakarta Tetap Lancar hingga Rabu Pagi
Rabu 25-03-2026,10:19 WIB
Tidak Ada WFA ASN Cirebon, Hari Pertama Kerja Wajib Masuk Kantor
Rabu 25-03-2026,15:00 WIB
BBM di Negara Lain Meroket, RI Masih Stabil, Netizen: Hebat Ya Bahlil!
Rabu 25-03-2026,09:22 WIB
Ular Sanca 3 Meter Gegerkan Warga Kuningan, Muncul di Trotoar Awirarangan
Terkini
Rabu 25-03-2026,22:00 WIB
Jelang FIFA Series 2026, Dean James Resmi Tersingkir dari Skuad Timnas
Rabu 25-03-2026,21:08 WIB
Hari Pertama Kerja, Walikota Cirebon Sidak: Kehadiran ASN Tembus 99 Persen
Rabu 25-03-2026,20:27 WIB
Pesona Air Terjun 7 Tingkat Aceh Selatan, Primadona Wisata Libur Lebaran
Rabu 25-03-2026,20:03 WIB
Ribuan Wisatawan Padati Ulee Lheue, Libur Lebaran Jadi Momentum Kebangkitan Aceh Pasca Bencana
Rabu 25-03-2026,19:30 WIB