Sampah yang Bermasalah
-dok-radarcirebon.com
Di beberapa media sosial bahkan ada orang luar negeri yang ikut mengatasi masalah sampah di Indonesia. Mereka sangat peduli akan situasi sampah di Indonesia yang notabene dikesampingkan oleh beberapa pihak. Seharusnya kita malu. Seharusnya putra bangsa yang mengatasi sampah di negara sendiri. Bagaimanapun juga ini sudah terjadi. Oleh karena itu kita harus mulai ambil bagian dalam pengelolaan sampah pribadi.
Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah dapat menjadi contoh untuk diterapkan di kota-kota lain. Mereka memiliki TPST BLE (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi). Dengan adanya tempat ini, Kabupaten Banyumas meraih ASEAN ESC Award berkat keberhasilan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang inovatif dan inklusif.
Dengan 67 bank sampah aktif, penerapan prinsip 3R, hingga produksi Refuse Derived Fuel (RDF). Kabupaten Banyumas mampu mengelola 77% timbulan sampah. Inovasi seperti TPS3R, budidaya maggot, pengomposan, dan pengadaan ramah lingkungan menjadikan Banyumas model pengelolaan sampah di Asia Tenggara sekaligus tujuan pembelajaran regional.
Agar sampah dapat dikelola dengan baik, dibutuhkan kesadaran yang tinggi untuk memilah sampah. Semua itu harus dilakukan mulai dari rumah-rumah, tukang sampah, dinas kebersihan desa hingga nasional. Dengan demikian tak ada lagi ungkapan, “Percuma dipilah di rumah, nanti dicampur lagi oleh tukang sampah”.
BACA JUGA:Resmi Jadi Menteri LH, Jumhur Hidayat Fokus Benahi Masalah Sampah Nasional
Kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah yang benar harus ditumbuhkan mulai dari bawah. Di kampung atau kelurahan mungkin bisa melalui kader-kader yang memberi penyuluhan pada ibu-ibu kelompok PKK. Mengapa ibu-ibu? Karena pada umumnya sampah rumah tangga biasanya diurus oleh ibu. Anak-anak di sekolah juga perlu diberi pemahaman yang benar tentang pengelolaan sampah.
Sekolah-sekolah perlu menjadi contoh pemilahan sampah yang baik. Para pekerja juga perlu memahami pentingnya pengelolaan sampah yang bijak. Intinya, semua lapisan masyarakat harus disadarkan akan pentingnya pengelolaan sampah yang benar.
Langkah menyadarkan masyarakat untuk memilah sampah harus diimbangi dengan peraturan dan tindakan konkret dari atas. Jika hanya mengandalkan tindakan sekelompok masyarakat, permasalahan tak akan kunjung selesai. Indonesia sudah memiliki prinsip pengelolaan sampah 5R, Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Repair/Recovery.
Jika dilaksanakan dengan baik, diimbangi dengan peraturan pemerintah, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan lepas dari masalah sampah pada beberapa puluh atau bahkan beberapa tahun mendatang. Jika diperlukan, kita bisa belajar dari negara lain yang telah menerapkan pengelolaan sampah seperti Jepang, Singapura, Jerman, Swedia dan lain-lain.
BACA JUGA:Pemerintah Percepat PSEL, 3 Kota Mulai Implementasi Proyek Sampah Jadi Listrik
Jangan lagi ada impor barang bekas (sampah). Hal ini menambah jumlah sampah di Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan langkah bijak dan kerja sama dari berbagai pihak agar pengelolaan sampah yang baik di Indonesia dapat terwujud.
Baru-baru ini Presiden Prabowo Subianto telah berkunjung ke TPST BLE Banyumas. Beliau memberikan sinyal positif untuk pengelolaan sampah di Indonesia. Mudah-mudahan dengan adanya dukungan dan regulasi dari pemerintah, sampah di Indonesia dapat teratasi.
Mari kita bersama-sama mewujudkan masyarakat sadar sampah, mengelola sampah dengan bijak. Kita mulai dengan memilah sampah dari rumah untuk mewujudkan Indonesia zero waste.
Oleh : Elly Purnawati, S.Pd.
Guru Aktif SD Putra Nirmala Cirebon
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

