Puncak Arus Balik 2026: Kuningan-Cirebon Macet, Waktu Tempuh 3 Jam
Puluhan ribu kendaraan merayap di jalur Kuningan-Cirebon pada puncak arus balik, Selasa (24/3/2026).-Bubud Sihabudin-Radarcirebon.com
Petugas disiagakan di sejumlah titik rawan kemacetan, termasuk pos pemantauan dan persimpangan utama.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan separator di beberapa titik untuk mengatur arus kendaraan agar tetap terkendali.
BACA JUGA:Danau Ini Dijuluki Laut Yang Memiliki Area Seluas Jepang
BACA JUGA:Motor Listrik Buatan Indonesia Apakah Bagus? Ini Fakta dan Keunggulannya
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga diterapkan secara situasional guna meminimalkan penumpukan kendaraan.
Tak hanya fokus pada pengaturan lalu lintas, pemerintah juga menyediakan alternatif solusi bagi masyarakat yang hendak kembali ke kota tujuan.
Melalui dukungan dari kementerian terkait, disiapkan tujuh unit bus dengan tujuan Jakarta.
Setiap bus memiliki kapasitas sekitar 50 penumpang, sehingga total sekitar 350 warga dapat terfasilitasi dalam program tersebut.
Keberangkatan dilakukan secara serentak untuk membantu mengurangi beban kendaraan pribadi di jalur utama.
Langkah ini diharapkan mampu menekan kepadatan lalu lintas sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin kembali ke perantauan.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik.
Pengendara diminta mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta tidak membawa muatan berlebih yang berpotensi memperburuk kemacetan.
Berdasarkan data petugas, volume kendaraan selama periode mudik (H-4 hingga H-1) tercatat mencapai lebih dari 100 ribu unit.
Rinciannya, kendaraan masuk sebanyak 56.538 unit, sementara kendaraan keluar mencapai 47.415 unit.
Puncak arus mudik terjadi pada H-2 atau 19 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan mencapai 28.394 unit dalam sehari.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

