Rekrutmen di Majalengka Tanpa Pungli, Ini yang Dilakukan Bupati Eman
Bupati Majalengka Eman Suherman hadir dalam Job Fair KNPI Fest 2025 di Majalengka. Ia menjamin rekrutmen bebas pungli. -Baehaqi-Radar Majalengka
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Aula Graha Pemuda nyaris tak mampu menampung membludaknya pelamar, bukan hanya dari Majalengka tetapi juga dari daerah sekitar seperti Cirebon, Kuningan, dan Indramayu.
“Alhamdulillah saya bisa ikut daftar tanpa biaya. Semoga ada rezeki di sini,” ujar Siti Nurhayati (22), lulusan SMK asal Jatitujuh, yang datang sejak subuh bersama temannya.
Sistem pendaftaran dianggap memudahkan. Pencari kerja bisa mendaftar secara daring melalui tautan resmi atau langsung di lokasi dengan registrasi manual. Semua prosesnya gratis tanpa pungutan biaya.
BACA JUGA:Amankan Aset Negara, KAI Daop 3 Cirebon Lakukan Penertiban di Sumberjaya Majalengka
Bupati Majalengka, Eman Suherman, yang hadir membuka acara, menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah melawan praktik percaloan maupun pungutan liar (pungli) yang selama ini membebani pencari kerja.
Sementara itu, Ketua KNPI Majalengka, Anto Febrianto, menyebut job fair ini merupakan bagian dari rangkaian KNPI Fest 2025, yang juga diisi dengan kegiatan sosial dan kepemudaan.
Job fair dipilih sebagai acara utama karena tingginya kebutuhan generasi muda akan lapangan kerja.
"Kami ingin menghadirkan wadah nyata untuk membantu anak-anak muda yang sedang mencari pekerjaan. Dengan menghadirkan 31 perusahaan dan hampir dua ribu lowongan, kami berharap bisa mendorong penyerapan tenaga kerja sekaligus membantu pemerintah menekan angka pengangguran,” kata Anto.
Meski angka pengangguran terbuka di Kabupaten Majalengka termasuk salah satu yang terendah di Jawa Barat, tantangan ke depan tetap besar seiring bertambahnya lulusan baru setiap tahun.
Ribuan pelamar pun tampak optimistis. Banyak yang menilai mekanisme job fair lebih transparan dibandingkan melamar langsung ke perusahaan.
"Kalau melamar langsung kadang ada saja yang minta uang. Di sini lebih jelas, langsung bertemu HRD. Saya rasa ini lebih meyakinkan,” kata Asep Saepuloh (25), lulusan perguruan tinggi asal Kadipaten.
Job fair ini diharapkan tidak hanya memberi kesempatan kerja bagi ribuan pencari kerja, tetapi juga menjadi model penyaluran tenaga kerja yang bersih, adil, dan transparan. Pemkab Majalengka bersama KNPI berkomitmen menjadikannya agenda tahunan.
Dengan suksesnya KNPI Fest 2025, Majalengka kembali menegaskan diri sebagai daerah yang serius mengatasi persoalan ketenagakerjaan sekaligus melindungi generasi muda dari praktik pungli.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


