Libur Natal dan Tahun Baru, 38 Rig Pertamina Drilling Tetap Beroperasi Jaga Pasokan Energi Nasional
TETAP BEROPERASI: Kru Rig Pertamina Drilling tetap menjalankan tugas untuk menjaga pasokan energi nasional.-Pertamina Drilling -Radar Cirebon
JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Di tengah momentum libur Natal dan Tahun Baru (NATARU), PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memastikan operasional pengeboran migas tetap berjalan tanpa henti.
Sebanyak 38 rig milik Pertamina Drilling tetap beroperasi di berbagai wilayah Indonesia sebagai bentuk komitmen menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
Untuk memastikan kelancaran dan keselamatan operasional selama masa libur akhir tahun, Pertamina Drilling membentuk Satuan Tugas (Satgas) Libur Natal dan Tahun Baru (NATARU) yang bertugas melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh aktivitas operasi pengeboran.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa akhir tahun bukan alasan untuk menurunkan standar keselamatan dan kewaspadaan kerja.
BACA JUGA:Zulhas Blusukan ke Pasar Jagasatru Cirebon, Harga Cabai Turun Jelang Tahun Baru 2026
Seluruh rig itutersebar dan beroperasi di Regional 1, Regional 2, Regional 3, dan Regional 4. Rig-rig tersebut memiliki kapasitas beragam, mulai dari 150 horse power (HP) hingga 1.500 HP, menyesuaikan kebutuhan operasi di masing-masing wilayah kerja.
“Menjelang akhir dan pergantian tahun, kami meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan terhadap seluruh aktivitas operasi. Pertamina Drilling memastikan seluruh kegiatan tetap berjalan aman, selamat, dan terkendali dengan pengawasan melekat yang konsisten,” ujar Avep. Jum'at (26/12/2025).
Avep menyampaikan setiap rig dioperasikan oleh sekitar 90 kru, sehingga secara total terdapat lebih dari 3.400 kru Pertamina Drilling yang tetap siaga selama masa pergantian tahun. Para kru ini bekerja dalam sistem pengamanan dan pengawasan berlapis untuk memastikan operasi tetap aman, selamat, dan andal
Ia menegaskan dalam rangka pengamanan operasi NATARU, manajemen Pertamina Drilling menerapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya serah terima tugas yang jelas, memastikan setiap personel memahami tanggung jawabnya, serta penjadwalan kegiatan operasi agar menghindari aktivitas non-rutin yang bersifat kritikal atau berisiko tinggi selama masa libur.
BACA JUGA:Menjaga Bumi dengan Cara Sunda: Saat Ajaran Islam Bertemu dengan Kearifan Lokal
Selain itu, perusahaan juga memastikan seluruh peralatan kerja dalam kondisi layak operasi sesuai prosedur keselamatan, serta menjamin kesiapan Emergency Response Organization (ERO) di seluruh level organisasi, mulai dari Site Emergency Response Team (SERT), Incident Management Team (IMT), hingga Business Support Team (BST).
“Kesiapan peralatan tanggap darurat, personel siaga non-emergency, serta pelaksanaan On Duty Management (ODM) juga menjadi perhatian utama kami, untuk memastikan pengawasan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) berjalan optimal,” jelasnya.
Tak hanya aspek teknis, Pertamina Drilling turut memperhatikan aspek sosial dan keamanan di sekitar wilayah operasi, menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat, serta memastikan seluruh pekerja dan kontraktor memenuhi standar fit-to-work sesuai ketentuan perusahaan.
“Keselamatan adalah prioritas utama, pengawasan ketat, kesiapan SDM, serta penerapan standar keselamatan yang disiplin, Pertamina Drilling berkomitmen menjaga kegiatan operasi di akhir tahun tetap berjalan lancar, aman, dan tanpa gangguan, memastikan roda pasokan energi nasional terus bergerak demi masyarakat,” kata Avep. (oni)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

