Ok
Daya Motor

Peringatan Serius BMKG! Cuaca Ekstrem Mengintai Indonesia hingga 1 Januari 2026, Waspada ya!

Peringatan Serius BMKG! Cuaca Ekstrem Mengintai Indonesia hingga 1 Januari 2026, Waspada ya!

Hujan lebat berpotensi akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia selama Tahun Baru. -Benfe-Pixabay

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia menjelang perayaan Tahun Baru 2026

Pasalnya, cuaca buruk diperkirakan terjadi mulai 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang di banyak wilayah. 

BACA JUGA:Akibat Banjir di Kanci, Akses Pantura Cirebon Sempat Lumpuh! Polisi Turun Tangan, Kini Berangsur Normal

BACA JUGA:Viral! Jalan Depan Buntet Pesantren Sempat Terendam Banjir, Malam Ini Begini Kondisinya

“Potensi ini perlu diwaspadai masyarakat, terutama yang hendak melakukan perjalanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru),” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat 26 Desember 2025.

Pada periode 26–28 Desember 2025, hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di wilayah berikut:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Bengkulu
  • Sebagian besar Pulau Jawa
  • Nusa Tenggara Barat (NTB)
  • Nusa Tenggara Timur (NTT)
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Selatan
  • Papua Selatan

Selain itu, potensi angin kencang juga dapat terjadi di:

  • Banten
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Bali
  • NTB
  • NTT
  • Sulawesi Selatan
  • Maluku

Kemudian, memasuki periode 29 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, cuaca ekstrem masih berpotensi melanda sejumlah wilayah. Hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi tetap terjadi di:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Bengkulu
  • NTB

Angin kencang juga masih berpotensi muncul di beberapa wilayah lain, mengikuti perkembangan dinamika atmosfer terkini.

BACA JUGA:Hujan dan Angin di Cirebon Sebabkan Pohon Tumbang, Satu Unit Mobil Jadi Korban

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan, cuaca ekstrem yang terjadi dipengaruhi oleh kombinasi beberapa fenomena atmosfer. 

Di antaranya La Niña lemah, IOD negatif, aliran angin dari Asia, serta suhu muka laut yang relatif hangat di perairan Indonesia.

Selain itu, aktifnya gelombang atmosfer seperti Madden–Julian Oscillation (MJO), Kelvin, dan Rossby Ekuator turut memperkuat pembentukan awan hujan. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait