Daya Motor

960 Ribu Anak Belum Imunisasi, Kemenkes Genjot Program Zero-Dose di PID 2026

960 Ribu Anak Belum Imunisasi, Kemenkes Genjot Program Zero-Dose di PID 2026

Ilustrasi imunisasi anak-Pixabay-

JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menegaskan komitmen memperkuat program imunisasi nasional.

Langkah ini dilakukan bersama mitra pembangunan seperti UNICEF dan World Health Organization, dengan fokus utama menjangkau anak-anak zero-dose dalam momentum Puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026.

Meski menunjukkan tren perbaikan pascapandemi, Kemenkes mencatat masih terdapat sekitar 960 ribu anak di Indonesia yang belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali.

Kelompok ini menjadi prioritas utama dalam upaya percepatan cakupan imunisasi nasional.

BACA JUGA:Data BPS 2026: Laju Penduduk Cirebon Turun, Harapan Hidup dan IPM Melonjak

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni mengatakan, penguatan imunisasi rutin menjadi kunci penting dalam mencegah potensi wabah penyakit menular.

“Setelah pandemi COVID-19, cakupan imunisasi sempat menurun dan ini menjadi perhatian serius."

"Kita tidak boleh lengah karena risiko kejadian luar biasa seperti campak, difteri, atau pertusis dapat meningkat jika cakupan tidak optimal,” ujar Andi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu 2 Mei 2026.

Ia juga memastikan bahwa pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan vaksin secara nasional. 

Ketersediaan stok vaksin disebut aman hingga sembilan bulan ke depan, sehingga tidak ada lagi alasan terhambatnya program imunisasi akibat kekurangan pasokan.

BACA JUGA:Wakapolres Kuningan Berganti, Kapolres Tekankan Integritas dan Pelayanan

“Kami menjamin ketersediaan vaksin mencukupi. Tantangan berikutnya adalah memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke daerah, serta menjaga kualitas rantai dingin agar vaksin tetap efektif saat digunakan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Direktur Imunisasi Kemenkes, Indri, menilai momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026 harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kesadaran publik.

Menurutnya, imunisasi bukan sekadar program rutin pemerintah, melainkan gerakan bersama untuk melindungi masa depan generasi bangsa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase