Daya Motor

Data Desil Warga Bermasalah? Komisi X DPR Targetkan BPS Perbaiki Maksimal 2 Minggu

Data Desil Warga Bermasalah? Komisi X DPR Targetkan BPS Perbaiki Maksimal 2 Minggu

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani.-dpr.go.id-

BACA JUGA:Desil Warga Majalengka Tiba-tiba Berubah, Dinsos Ungkap Siapa yang Menentukan

“Jadi, dari anggaran tersebut ternyata sangat banyak program-program prioritas yang belum masuk,” ujarnya.

Kondisi itu menjadi perhatian karena BPS memiliki berbagai tugas statistik yang harus dilaksanakan sepanjang 2027.

Sebelumnya, BPS telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,473 triliun untuk mendukung pelaksanaan kegiatan statistik pada tahun depan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, pagu anggaran yang tercantum dalam Nota Keuangan 2027 belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan lembaga.

Menurut Amalia, tambahan anggaran diperlukan agar BPS dapat menjalankan seluruh kegiatan secara optimal.

“Yang teralokasi di dalam pagu anggaran 2027 dalam Nota Keuangan ini belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan anggaran yang harus kami peroleh supaya kami bisa berjalan secara optimal,” kata Amalia dalam rapat dengar pendapat dengan DPR RI, Rabu 2 September 2026.

Survei Biaya Hidup Jadi Salah Satu Prioritas

Salah satu kebutuhan anggaran yang disampaikan BPS berkaitan dengan kegiatan statistik, termasuk pemutakhiran Survei Biaya Hidup.

Survei tersebut memiliki peran penting karena hasilnya akan menjadi salah satu basis penimbang dalam penghitungan inflasi.

Pada 2027, BPS berencana melaksanakan survei tersebut di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Jika rencana tersebut terealisasi, cakupan penyajian inflasi akan semakin luas. BPS menargetkan data inflasi tidak hanya tersedia untuk tingkat provinsi, tetapi juga hingga kabupaten dan kota.

BACA JUGA:BPS Tegaskan Desil Bukan Penanda Orang Kaya atau Miskin, Ini Cara Membacanya

“Dengan begitu nantinya kami bisa menghadirkan inflasi untuk tidak hanya 38 provinsi tetapi juga untuk 514 kabupaten/kota,” ujar Amalia.

BPS merinci tambahan anggaran Rp1,473 triliun yang diajukan terdiri atas sekitar Rp546 miliar untuk dukungan manajemen dan Rp926 miliar untuk kegiatan statistik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase