Saya Tidak Lulus SMA (Seri 4-Habis)
--
BACA JUGA:Inilah 7 Tanaman Minimalis Indoor Hias yang Cocok Ditanam di Rumah dan Hemat Tempat
Wkwkwkwk...
Sekarang, lewat tulisan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih balasan. "Abah, terima kasih sudah bekerja keras untuk memastikan anak-anaknya punya masa depan. Terima kasih karena Abah juga tidak pernah rewel merepotkan anaknya selama kuliah. Ada banyak teman saya yang terlalu sering diteleponi orang tuanya, sampai membuat mereka merasa terganggu. Terima kasih karena hampir tidak pernah mengganggu saya, sehingga saya bisa menjadi saya seperti yang saya inginkan sendiri..."

***
Sedikit bocoran: Ikut wisuda belum berarti benar-benar lulus. Sejumlah mahasiswa yang ikut acara wisuda bersama saya sebenarnya masih punya "hutang" kredit yang harus dituntaskan. Baru ketika sisa kelas itu diselesaikan mereka bisa menerima ijazah/diploma resminya. Kampus punya kelonggaran kebijakan soal itu.
Tapi jangan khawatir. Ijazah saya sah. Ada tanda tangan gubernur California kala itu, Gray Davis.
Meski demikian, ijazah yang saya punya itu juga tidak sakral. Kalau hilang, saya tinggal hubungi pihak administrasi kampus. Tidak perlu surat polisi dan lain-lain. Bayar biaya sedikit (mungkin belasan dollar), dan mereka akan mencetak ulang ijazah tersebut dengan cepat.
Ada cerita lucu soal bisa cetak ulang ini. Tidak lama setelah angkatan saya lulus, Arnold Schwarzenegger terpilih menjadi gubernur California. Jadi, mereka yang lulus di saat itu akan mendapatkan ijazah yang bertanda tangan Sang Terminator.
Seorang teman seangkatan saya iri dengan kenyataan itu. Dan dia menemukan "celah" menarik. Kalau kita minta cetak ulang, maka ijazah pengganti akan menggunakan template terbaru. Yang menggunakan tanda tangan gubernur terkini.
Dia pun iseng cetak ulang ijazah. Waktu itu katanya bayar USD 17. Voila! Dapatlah dia lembar ijazah baru dengan tanda tangan Arnold Schwarzenegger!
Sah? Ya. Sakral? Tidak perlu.

***
Fast forward, Agustus kemarin. Agustus 2026.
Giliran istri saya yang menangis sedih. Tepatnya ketika pulang dari Kansas, usai mengantar anak pertama kami masuk kuliah.
Putra pertama kami, Ayrton, resmi menjadi mahasiswa di University of Kansas. Dia mendapatkan scholarship, masuk jurusan Media Arts di bawah School of Journalism.
Kini Ayrton yang menjalani impian ayahnya. Tidak seperti ayahnya, Ayrton masuk kuliah dengan menggunakan ijazah SMA. (azrul ananda/habis)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

