AS V Panama, Akhiri Paceklik Prestasi

AS V Panama, Akhiri Paceklik Prestasi

CHICAGO - Piala Emas bakal menjadi momentum bagi Amerika Serikat untuk menutup lembaran tanpa prestasinya. Setidaknya dalam lima tahun terakhir ini. Pasalnya, setelah menjuarai Piala Emas 2007, tidak satu pun trofi juara mampir ke rak piala Sam\"s Army, julukan timnas AS. Penantian itulah yang akan jadi modal AS untuk memastikan trofi kelimanya di Soldier Field, Chicago, dini hari nanti WIB. Di atas kertas, peluang DaMarcus Beasley dkk bisa menjadi juara Piala Emas tidak akan mudah. Karena, Panama, lawan yang akan dihadapi nanti, baru saja mencatat kejutan di semifinal. Ya, kemenangan penting atas tim penguasa Piala Emas, Meksiko, di semifinal beberapa hari yang lalu bisa menjadi bekal Panama. Apalagi, inilah kesempatan kedua bagi negara berjuluk Los Canaleros ini di laga final Piala Emas. Uniknya, 2005 silam, Panama takluk di tangan AS dengan skor tipis 1-2. Semangat trofi kelima dan harga diri tuan rumah AS bakal diganjal dengan aroma balas dendam anak asuhan Julio Dely Valdes itu. Hanya, AS yang bermodal rekor unbeatable di Piala Emas kali ini tidak akan menyerah begitu saja. \"Dan kami sangat lapar dengan gelar Piala Emas ini,\" ujar arsitek AS, Juergen Klinsmann sebagaimana yang dikutip dari Soccerway. AS tentu tidak mau mengulangi dua kali kesalahannya pada dua laga final sebelumnya. Yaitu ketika mereka dua kali beruntun dikalahkan Meksiko di laga pemungkas pada edisi 2009 dan 2011 lalu. Bertindak sebagai tuan rumah, kekalahan haram hukumnya bagi tim AS. Sayang, Klinsmann tidak bisa mendampingi anak asuhnya pada laga itu. Mantan pemain timnas Jerman itu tidak diperbolehkan duduk di bench setelah CONCACAF menjatuhkan sanksi kepadanya. Hukuman itu diberikan setelah Klinsmann melakukan tindakan kurang terpuji kepada wasit. Tugas Klinsmann digantikan asistennya, Martin Vasquez. Meski begitu, itu sama sekali tidak mengurangi kekuatan AS. Apalagi, kali ini dua ujung tombak utamanya, Landon Donovan dan Chris Wondolowski sama-sama sedang on fire dan menjadi yang terbanyak dalam mencetak gol. Lebih lanjut, Klinsmann sudah menyiapkan kemungkinan terburuk. Salah satunya cara meredam serangan duo Panama, Blas Perez dan Gabriel Torres. Dua pemain inilah motor permainan Panama. \"Kami sudah melihat bagaimana karakter permainan mereka, tempo yang mereka mainkan juga. Yang pasti, saya sudah siapkan tim ini untuk semuanya itu,\" beber Klinsmann. Sementara, Panama sendiri juga tidak mau kalah sekalipun sudah pasti kalah dukungan dari AS dan publiknya. Roman Torres dkk tentunya tidak mau menyia-nyiakan peluang besar meraih trofi Konfederasi perdana Panama sepanjang sejarah sepakbola negara tersebut. Dilansir dari situs resmi CONCACAF, Dely Valdes mengklaim performa anak asuhnya sudah mulai sempurna. Terlebih lagi setelah mereka mengalahkan Meksiko lalu. Panama pun berambisi mengulangi hasil manis di semifinal dalam laga pemungkas nanti. \"Sekali lagi mereka harus bermain lebih sempurna dari laga sebelumnya,\" koar pelatih berusia 46 tahun itu. Pelatih yang semasa aktif bermain pernah ikut mengantarkan Paris Saint-Germain dalam masa kejayaannya pada pertengahan dekade 1990-an itu tidak peduli dengan rekor buruk timnya delapan tahun silam. Dia optimistis kekalahan saat itu tidak akan kembali terulang di laga ini. \"Sekarang kami sama seperti 2005 lalu, bermain di final. Akan tetapi, kualitas tim kami sekarang berbeda dengan yang dulu. Tim kami sekarang lebih agresif. Walaupun saat ini kami harus melawan tim hebat seperti AS, saya rasa kami masih punya kemungkinan bisa mengangkat trofi Piala Emas untuk kali pertama dalam sejarah,\" jelasnya. (ren)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: