Di Singapura, Klaster Covid-19 Karyawan Kebersihan Tulari Anak Istri

Di Singapura, Klaster Covid-19 Karyawan Kebersihan Tulari Anak Istri

KLASTER baru muncul di sebuah perusahaan kebersihan di Singapura. Para karyawan yang tertular bahkan sampai menulari anak dan istri mereka. Dilansir dari Jawa pos, Sabtu (5/6) empat anak dan seorang perempuan yang merupakan anggota keluarga dari pengawas kebersihan yang terinfeksi termasuk di antara 8 kasus Covid-19 yang terkait dengan klaster perusahaan Hong Ye Group.

Kasus baru dari rumah tangga yang sama adalah seorang anak perempuan berusia 8 bulan, seorang anak laki-laki berusia satu tahun, dua anak perempuan yang merupakan murid Sekolah Dasar Boon Lay Garden dan seorang ibu rumah tangga berusia 32 tahun.

Mereka adalah anggota keluarga dari seorang pria Singapura berusia 30 tahun yang dipekerjakan oleh Hong Ye Group sebagai supervisor kebersihan di Changi Business Park. Infeksinya dikonfirmasi pada 23 Mei 2021.

Klaster perusahaan kebersihan Hong Ye Group kini memiliki 17 kasus. Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura mengatakan kedua siswa sekolah dasar itu terakhir masuk sekolah pada 18 Mei. Anak-anak dan ibu rumah tangga diidentifikasi sebagai kontak dekat dari pengawas kebersihan dan dikarantina. Kemenkes mengatakan ibu rumah tangga itu mengalami demam tetapi tidak mencari bantuan medis.

Bayi perempuan itu demam keesokan harinya. Dua siswa sekolah dasar demam pekan lalu, dan bocah laki-laki berusia satu tahun juga demam pekan lalu. Gejala mereka tidak dilaporkan.

Kelima kasus tersebut diuji Covid-19 selama karantina, dan hasilnya kembali positif keesokan harinya. Hasil tes serologi mereka masih menunggu.

Murid SD ketiga juga terkait dengan kelompok Hong Ye Group. Berusia 13 tahun, dia dari Sekolah Dasar Xinghua dan terakhir bersekolah pada 18 Mei 2021.

Dua pasien baru yang tersisa yang ditambahkan ke klaster adalah seorang ibu rumah tangga Singapura berusia 58 tahun dari rumah tangga yang sama dengan petugas kebersihan Hong Ye Group dan pembersih paruh waktu Singapura berusia 47 tahun yang bekerja di Abba Maintenance Services.

Sementara itu, seorang guru Sekolah Rosyth Singapura berusia 40 tahun adalah satu dari empat kasus komunitas yang tidak terkait yang dikonfirmasi pada hari Sabtu. Dia terakhir masuk sekolah pada 18 Mei.

Kemenkes Singapura juga telah mengidentifikasi klaster karyawan lainnya setelah menghubungkan kasus dengan penduduk tetap berusia 49 tahun yang merupakan manajer di Success Consultancy, sehingga jumlah total kasus dalam klaster ini menjadi 4. Saat ini sudah ada 37 klaster terbuka untuk karyawan.

Meski begitu secara keseluruhan, jumlah kasus baru di masyarakat telah turun dari 199 dua minggu lalu menjadi 138 dalam seminggu terakhir. Kasus yang tidak terkait di komunitas juga menurun dari 48 menjadi 23 selama periode yang sama.(jp)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: