LDII Cirebon Ikuti Vaksinasi 3 Juta Santri Jabar

LDII Cirebon Ikuti Vaksinasi 3 Juta Santri Jabar

CIREBON - DPD LDII Kota Cirebon mendapatkan kehormatan sebagai tempat kick -off program Vaksinasi 3 Juta Santri Jawa Barat, bertempat di Ponpes Luhur Al Kautsar, Sabtu (14/08/2021).

Hadir di lokasi yakni Kepala kementrian Agama Kota Cirebon Dr Moh Ahsan MAg, Ketua Forum Pondok Pesantren Kota Cirebon KH Mustofa Rajid, Ketua DPD LDII Kota Cirebon H Himawan Sutanto, Pimpinan Ponpes Luhur Al Kautsar H Joko Susanto dan H Pipin Taufikin beserta guru dan para santri.

Acara ini juga dihadiri secara daring oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri, Kabintaldam III Siliwangi Kol Inf Yogi Gunawan, Kakanwil Kemenag Jabar H. Adib, MUI Jabar, para Walikota/Bupati se-Jabar, pimpinan DPRD Kota/Kabupaten se-Jabar, para pimpinan pondok pesantren (ponpes) dan santri se-Jabar, kakankemenag kota/kabupaten se-Jabar, dan pengurus MUI kota/kabupaten se-Jabar.

Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi kanwil kemenag Jabar ini. Apalagi kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan banyak pihak, yakni pemprov, pemda, TNI-Polri, dan ponpes. Hal in sesuai dengan program pemerintah yang menginginkan percepatan pelaksanaan vaksin.

“Target pelaksanaan vaksinasi pemerintah saat ini sebanyak 2 juta orang per hari. Vaksinasi di lingkungan ponpes ini dampaknya bukan hanya ulama dan santri saja, namun juga ke ekosistemnya. Sehingga jika ponpes divaksin, maka ekosistemnya juga akan terbantu,” urainya.

Menurut Yaqut, santri merupakan calon pemimpin dan penerus ulama serta tulang punggung bangsa, sehingga mendapat prioritas untuk mendapatkan vaksin, agar mendapat kekebalan tubuh. Vaksinasi ini merupakan penjabaran dari nilai agama yaitu menjaga karunia hidup, menjaga keberlangsungan kehidupan, dan merupakan langkah yang mulia supaya bisa mengagungkan asma Allah.

\"\"

“Vaksinasi ini sejalan dengan spirit agama, yakni menjaga keberlangsungan hidup, supaya menjaga jiwa manusia. Kalangan ponpes diimbau untuk mensukseskan dengan pro aktif mendatangi pusat-pusat vaksinasi dan memberikan pencerahan mengenai vaksinasi. Sebab masih ada masyarakat yang menolak vaksinasi karena ketidaktahuannya,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, saat ini kedaruratan covid sudah turun karena kerjasama seluruh pihak. Sebelumnya, saat puncak Covid, rumah sakit penuh sampai parkiran, tidak bisa menampung semua pasien covid.

“Tingkat kematian Jabar saat ini rendah yakni 1,6%, sementara nasional 2,8%. Saat puncak covid, pasien yang dirawat jumlahnya 120.000 orang, sekarang tinggal 60.000 orang. Ketika kedaruratan ini sudah terlewati, maka kita tetap produktif, namun dengan beradaptasi. Jangan kalah, patah, lemah dengan covid. Namun dengan ilmu, yakni dengan prokes 5M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi pergerakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Emil panggilan akrab Ridwan Kamil melanjutkan, ada dua upaya yang harus dilakukan setelah kedaruratan, yakni melaksanakan protokol kesehatan dan vaksinasi. Ia mengibaratkan vaksin sebagai payung, sehingga tidak membuat basah kuyup, namun kecipratan sedikit basah. Masih ada yang kena, namun kematiannya rendah.

“Dari pantauan kami, daerah yang vaksinasinya tinggi, tingkat kematiannya rendah. Daerah yang vaksinasinya rendah, tingkat kematiannya tinggi. Maka mari yang belum vaksin supaya segera divaksin,” imbuhnya.

\"\"

Penduduk Jabar, jelas Emil, sebanyak 50 juta orang. Namun volume vaksin yang diberikan jumlahnya sama seperti provinsi yang penduduknya 10 juta orang. Jabar membutuhkan 15 juta vaksin per bulan untuk target 37 juta jiwa, termasuk 3 juta santri.

“Target presiden vaksinasi selesai Desember 2021, Jabar juga ingin cepat menyelesaikan vaksinasi di seluruh wilayah ini. Kecepatan vaksin dulu 50 ribu per hari, sekarang jadi 150 ribu per hari. Namun butuh 400 ribu per hari agar penduduk Jabar tervaksin. Mari kita sukseskan agar kegiatan belajar mengajar di ponpes bisa normal lagi, dengan cara beradaptasi,” urainya.

Sementara Kepala Kantor Kemenag Kota Cirebon Dr. Moh Ahsan, M.Ag menambahkan, acara ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah dalam penanganan pencegahan penularan covid, khususnya di lingkungan ponpes. “Selain itu juga sebagai bentuk dukungan Kemenag Kota Cirebon Bersama para ulama dan ponpes se-Kota Cirebon dalam menyukseskan program Pemprov Jabar yakni 3 juta santri Jabar siap divaksin, santri sehat Indonesia kuat,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: