Penerus Tahta Prabu Siliwangi, Ada yang Terjerumus ke Aliran Sesat

Penerus Tahta Prabu Siliwangi, Ada yang Terjerumus ke Aliran Sesat

Penerus tahta Prabu Siliwangi di Kerajaan Sunda atau Pakuan Pajajaran berjumlah 5 orang. -Ist/Ilustrasi-Radarmajalengka.com

Radarcirebon.com - Penerus tahta Prabu Siliwangi di Kerajaan Sunda atau Pakuan Pajajaran tercatat mencapai lima orang raja. Salah satunya Surawisesa.

Dari lima orang raja itu, penerus tahta Prabu Siliwangi tidak semuanya berhasil. Ada yang gagal total, namun ada juga yang benar-benar menjadi penerus terbaik.

Dirangkum dari berbagai sumber sejarah, penerus tahta Prabu Siliwangi yang dianggap paling berhasil adalah Prabu Surawisesa.

Sepeninggal ayahnya yang berkuasa selama 39 tahun, Kerajaan Sunda yang beribukota di Pakuan Pajajaran tidak meredup kejayaannya.

BACA JUGA:Musda Federasi Kurash Indonesia Jawa Barat, Zaenal Muttaqin Terpilih Jadi Ketua

Bahkan di masa Prabu Surawisesa, kerajaan bercorak Islam sesungguhnya kian kuat pengaruhnya. Bahkan dia berhasil memenangi 14 pertempuran semasa kepemimpinannya.

Karena keberanian juga kemampuannya memimpin, Prabu Surawisesa selaku penerus tahta Prabu Siliwangi diberi gelar perwira.

Raja Pajajaran atau Kerajaan Sunda setelah Prabu Siliwangi berdasarkan sejumlah naskah dan literatur disebutkan mencapai 5 orang.

Berdasarkan catatan sejarah dan sumber primer, istilah ngahyang memang tidak ditemukan. Fakta sejarah juga menyebutkan bahwa masih ada 5 raja sebelum Pajajaran akhirnya benar-benar runtuh.

BACA JUGA:Evaluasi Capaian, Satgas Gelar Jambore Pentahelix Citarum Harum Juara

Dikutip dari buku Hitam Putih Pajajaran yang ditulis Ferry Taufiq El Jaquene berikut urutan Raja Pajajaran penerus tahta Prabu Siliwangi alias Sri Baduga Maharaja.

Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi berkuasa pada tahun 1428 sampai dengan 1521 Masehi yang kemudian diteruskan Prabu Surawisesa.

Prabu Surawisesa sendiri berkuasa tahun 1531 sampai dengan 1535 M. Penerusnya adalah Ratu Dewata yang bertakhta tahun 1535 sampai dengan 1543 M.

Penerus berikutnya adalah Ratu Sakti yang bertakhta tahun 1543 sampai dengan 1551 M. Di era inilah, Kerajaan Pajajaran mengalami masa suram karena pemimpin yang tamak.

BACA JUGA:Bahas Pemanfaatan Bendungan Jatigede, HATHI Cabang Cirebon Berkumpul

Namun, berbagai kerawanan, gangguan kriminalitas dan chaos akibat raja yang semena-mena, berangsur membaik di kepemimpinan Ratu Nilakendra tahun 1551 sampai dengan 1567 M.

Lalu siapa raja terakhir Pajajaran? Dia adalah Raga Mulya atau yang berjuluk Prabu Surya Kencana yang bertakhta pada 1567 sampai dengan 1579 M.

Meski disebut dalam era keemasan, Prabu Siliwangi sebenarnya hanya bertakhta selama 39 tahun saja. Sebelum digantikan anaknya yakni Prabu Surawisesa.

Prabu Surawisesa sendiri menjabat sangat singkat yakni selama 14 tahun. Begitu juga penerusnya yakni Ratu Dewata yang hanya bertakhta selama 8 tahun.

BACA JUGA:Harga Pangan Terkendali, Presiden Jokowi: Kita Harus Bersyukur

Ratu Sakti juga tercatat hanya bertakhta selama 8 tahun. Yang hidupnya banyak dihabiskan dengan pelanggaran  aturan kerajaan dan kesewenang-wenangan.

Namun, ternyata ada lagi raja yang lebih ngawur dalam memerintah. Kemudian di masa Ratu Nilakendra kondisi kerajaan bertambah parah.

Dia sibuk membangun taman saat rakyat sedang susah. Juga terlalu percaya klenik dan jimat. Akhirnya, dia pun melarikan diri saat diserang Kesultanan Banten.

Ratu Nilakendra menjabat selama 16 tahun dan meninggal dalam pelariannya. Tahta kemudian diteruskan oleh Prabu Surya Kencana selama 12 tahun.

BACA JUGA:Ridwan Kamil Salurkan Bantuan kepada Warga Bogor Terdampak Longsor

Namun, Prabu Surya Kencana sudah tidak lagi bertahta di Pakuan Pajajaran. Tetapi di daerah Pandeglang, Banten.

Setelahnya, Kerajaan Pajajaran runtuh karena terus menerus menghadapi serangan musuh sendirian, karena tidak memiliki koalisi kerajaan.

Demikian urutan penerus tahta Prabu Siliwangi mulai dari Prabu Surawisesa sampai ke Ratu Sakti dan berakhirnya Kerajaan Sunda.

BACA JUGA:Gunung Cakrabuana Dikenal Angker, Ada Batas Kerajaan Pajajaran dan Galuh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: