Bertindak Tegas Jadi Hal Yang Beresiko Bagi Guru, Menko PMK Minta KPAI Buat Ini

Bertindak Tegas Jadi Hal Yang Beresiko Bagi Guru, Menko PMK Minta KPAI Buat Ini

Menko PMK Muhadjir Effendy.-@muhadjir_effendy-Instagram

Radarcirebon.com, JAKARTA - Adanya Undang-Undang Perlindungan Anak membuat guru tidak mau beresiko dalam bertindak tegas kepada muridnya.

Hal ini berakibat, guru tidak bisa bertindak tegas apabila ada siswanya tidak mau dididik.

Oleh sebab itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membuat norma serta aturannya jelas terkait tindakan tegas di lingkungan pendidikan.

BACA JUGA:Siapa Wali Allah yang Masih Hidup? Habib Novel Alaydrus: Ya, Habib Rizieq

Menko Muhadjir sudah meminta kepada ketua KPAI untuk dirumuskan yang lebih operasional bagaimana penerapan sikap tegas dalam mendidik dan bedanya dengan praktik kekerasan.  

Menurutnya fenomena kekerasan serta ketegasan dalam pendidikan masih sering tersamarkan. 

Banyak dari kalangan masyarakat belum bisa membedakan antara tindakan tegas dan tindakan keras terutama di lembaga pendidikan.

BACA JUGA:Forum KTT W20, Menko Airlangga Sampaikan Hal ini

“Saya kira ini tugas besar yang saya rekomendasikan kepada KPAI untuk menyusun norma-norma yang bisa dijadikan pedoman terutama di sektor pendidikan,” tutur Muhadjir di Jakarta, Kamis (21/7/2022).

BACA JUGA:Komang Ayu Cahya Dewi Wakil Indonesia Terakhir di Taipe Open 2022

Ketegasan dan kekerasan yang dimaksud Muhadjir terkadang masih memiliki wilayah abu-abu (grey area) yang belum jelas.

Dia menyebutkan banyak sekali tanggapan masyarakat ketika seorang pendidik melakukan tindakan tegas terhadap anak didiknya dalam membentuk karakter dan menerapkan disiplin malah disalahpahami masyarakat dan dipolisikan.

Itu sebabnya, KPAI diminta untuk bertindak secara objektif dan imparsial agar tindakan tegas seorang guru bisa dinilai apakah termasuk ke dalam bentuk ketegasan atau kekerasan.

Menurut Muhadjir, saat ini ada kecenderungan guru enggan untuk mendisiplinkan anak didiknya karena tidak ingin mengambil risiko. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: jpnn.com