Sandiaga Uno Siap Nyapres Melalui PPP, Begini Respon Gerindra

Sandiaga Uno Siap Nyapres Melalui PPP, Begini Respon Gerindra

Menparekraf Sandiaga Uno saat membuka "Ubud Village Festival 2022" di Museum Arma, Gianyar, Jumat (12/8/2022).--

Radarcirebon.com, JAKARTA - Mencuat kabar bahwa Sandiono Uno diusung menjadi calon presiden oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Hal ini mengundang respon para pengurus DPP Gerindra untuk angkat bicara.

Menurut Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebut belum ada pembahasan mengenai Sandiaga Uno yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

BACA JUGA:Jabar Raih Juara Umum Olimpiade Olahraga Siswa Nasional 2022

Waketum Partai Gerindra, Irfan Yusuf Hasyim mengatakan belum ada pembahasan mengenai hal tersebut diinternal partai.

"Kebetulan belum. Saya juga banyak di Jatim, kemudian kemarin Pekan Baru, ke Jakarta kemarin juga belum ketemu teman-teman dan teman-teman juga belum pernah cerita soal ini," katanya usai deklarasi GEMIRA di Gedung DPP Gerindra, Sabtu 10 September 2022.

Terkait tindakan tegas seperti apa yang diberikan partai kepada Sandiaga, dirinya mengungkapkan lihat kondisi mendatang.

BACA JUGA:Muhamad Mardiono Siap Berkomunikasi dengan Suharso Monoarfa

"Kita tunggu. Kita ingin melihat kejelasannya. Teman-teman (Pengurus, red) yang akan memutuskan," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Harian Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berkomentar terkait ingin majunya Sandiaga Uno menjadi Calon Presiden di Pemilu 2024.

Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan menjadi Presiden itu pilihan hidup dan ada konsekuensi yang harus ditanggung.

BACA JUGA:Terbukti Bersalah Lindungi Putri Candrawathi, AKBP Jerry R Siagian Dipecat dari anggota Polri

"Jadi Menteri adalah pilihan hidup, kemudian jadi Presiden adalah pilihan hidup, nah jadi pilihan itu juga ada konsekuensi memilih jadi Presiden," katanya kepada awak media di Gedung DPR, Jumat 9 September 2022.

Menurutnya, Sandiaga harus menentukan pilihannya sendiri. Bukan pihak Gerindra yang harus menentukannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: reportase