Yamaha 2022-09

Pelaku Bullying Anak SLB Ditangkap, Ada 3 Orang, yang 1 Tugasnya Rekam Video

Pelaku Bullying Anak SLB Ditangkap, Ada 3 Orang, yang 1 Tugasnya Rekam Video

Kapolresta Cirebon, Kombes Arif Budiman menyebut pelaku bullying anak SLB di Kecamatan Susukan sudah ditangkap. -Dedi Haryadi-radarcirebon.com

Radarcirebon.com, CIREBON - Pelaku kasus bullying anak berkebutuhan khusus yang juga siswa SLB, kini telah ditangkap jajaran Polresta Cirebon.

Diketahui, pelaku bullying anak SLB di Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon itu, berjumlah tiga orang. Dua diantaranya sudah lebih dulu diamankan sejak tadi malam.

Sementara satu pelaku bullying anak SLB tersebut, baru akan diamankan dari rumahnya di salah satu desa di Kabupaten Cirebon.

"Pelaku ada 3 orang, yang dua itu menginjak korban. Nah yang satu itu merekam dan mengunggah ke media sosial," kata Kapolresta Cirebon, Kombes Arif Budiman, Rabu, 21, September 2022.

BACA JUGA:Kamaruddin Simanjuntak Bantah Mundur dari Kasus Brigadir J, Semangat Masih Berkobar

BACA JUGA:Soal Penghapusan Daya Listrik 450 VA, Erick Thohir: Tidak Benar

Diungkapkan Kapolresta Cirebon, siang ini Sat Reskrim Polresta Cirebon akan menyampaikan keterangan terkait dengan kasus bullying anak SLB yang viral di media sosial tersebut.

"Tunggu nanti siang ya, biar utuh keterangannya," kata Kapolresta Cirebon, saat ditemui pagi hari ini.

Sebelumnya, diberitakan seorang siswa SLB yang berkebutuhan khusus dianiaya oleh siswa SMA di sebuah areal persawahan Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.

Siswa SLB yang diketahui bernama Zaki, tetap dianiaya oleh seorang siswa SMA di Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon meski dirinya sudah menangis histeris.

BACA JUGA:Hore! Guru Madrasah Non PNS Sebentar Lagi Mendapat Tunjangan Insentif dari Pemerintah

BACA JUGA:Tahun Depan Kuota Beasiswa LPDP Sebanyak 3.256 Orang, Segera Daftar!

Keluarga menyesalkan tindakan penganiayaan dan perundingan oleh siswa SMA tersebut. Dalam video yang viral di media sosial, terlihat siswa tersebut menggunakan kakinya dan ditempelkan di punggung Zaki.

Sembari merokok, tindakan tersebut dilakukan berulang-ulang. Sementara Zaki terus menangis. Tidak berhenti di situ, pelaku menaiki pundak Zaki dan menginjak dengan kedua kakinya.

Belum diketahui kapan peristiwa tersebut terjadi. Walaupun korban menangis, pelaku tetap menganiaya korban dengan sadis bahkan tertawa senang.

Sumber: