Yamaha 2022-09

Geger Pertalite Boros dan Cepat Menguap setelah Harga Naik, Ron Berubah? Pertamina Membantah

Geger Pertalite Boros dan Cepat Menguap setelah Harga Naik, Ron Berubah? Pertamina Membantah

Pertalite dikeluhkan lebih boros dan mudah menguap setelah harga naik dan RON 90 berubah. Klaim ini dibantah Pertamina. -ist-radarcirebon.com

Radarcirebon.com, CIREBON - Sejumlah klaim dan keluhan diutarakan warganet di media sosial. Mereka menyebut Pertalite lebih boros dan cepat menguap setelah harga naik jadi Rp10 ribu.

Dari sejumlah keluhan yang dirangkum redaksi radarcirebon.com, rata-rata mengeluhkan bahwa Pertalite setelah harga naik jadi lebih boros dan seperti cepat menguap.

Klaim bahwa setelah harga naik Pertalite jadi lebih boros dan cepat menguap, dilandasi perbedaan jarak tempuh. Padahal, kendaraan juga kuantitas pengisian sama seperti dahulu.

"Biasa isi 1 liter bisa 3 hari. Tapi sekarang cuma bisa satu hari. Bahkan seperti cepat menguap," tulis keterangan salah seorang warganet di media sosial.

BACA JUGA:Keluhan Warga Pertalite Serasa Cepat Habis Geger di Medsos, Pertamina Kasih Penjelasan Begini

BACA JUGA:5 Pelajar BPK Penabur Cirebon Wakili Jabar di KSN 2022

Dari beragam klaim yang disampaikan, disebutkan bahwa setelah harga naik menjadi Rp10 ribu, Pertalite seperti cepat menguap dan boros.

Karena itu, ada juga yang menduga bahwa Pertalite sudah berubah kualitasnya. Bukan lagi RON 90 seperti yang biasa. Atau tepatnya sebelum harga naik.

Lantas, benarkah beragam klaim dari warganet di media sosial? Benarkah setelah harga naik Pertalite jadi lebih boros dan mudah menguap.

Dalam siaran pers yang diterima radarcirebon.com, PT Pertamina (Persero) menegaskan kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) tidak berubah.

BACA JUGA:Pertamina Berani Jamin Kualitas Pertalite Sesuai Aturan Pemerintah

BACA JUGA:Forum RW dan Pengurus LPM Datangi DPRD Kota Cirebon, Komisi I Minta Pemkot Lakukan Ini

Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi di Indonesia sesuai dengan Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 Yang Dipasarkan Di Dalam Negeri.

“Batasan dalam spesifikasi Dirjen Migas yang menunjukkan tingkat penguapan pada suhu kamar di antaranya adalah parameter Reid Vapour Pressure (RVP)," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting dalam keterangan tertulis, Rabu 21 September 2022.

Saat ini hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina masih dalam batasan yang diizinkan, yaitu dalam rentang 45-69 kPa (Kilopascal).

Pertamina menjamin seluruh produk BBM yang disalurkan melalui lembaga penyalur resmi seperti SPBU dan Pertashop sesuai dengan spesifikasi dan melalui pengawasan kualitas yang ketat.

BACA JUGA:Keluarga Lolok Tivianto Kembali Ajukan Sidang Pra Peradilan Kedua

BACA JUGA:Jawa Barat Lakukan Digitalisasi Layanan Transportasi Publik

Sedangkan produk BBM yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan tidak akan disalurkan ke masyarakat.

“Pertamina berkomitmen untuk menyalurkan produk-produk BBM berkualitas sesuai dengan spesifikasi.

Melalui kontrol kualitas, produk yang tidak sesuai spesifikasi tidak akan disalurkan ke lembaga penyalur,” ujar Irto.

Pertamina mengimbau agar konsumen melakukan pembelian BBM di lembaga penyalur resmi, seperti SPBU dan Pertashop, agar produk BBM yang didapatkan terjamin kualitas dan keamanannya.

BACA JUGA:Tak Kenal Lelah, Komunitas BMW Dampingi UMKM Kota Cirebon Urus Perizinan Usaha

BACA JUGA:Peringati HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-67, Kapolresta Cirebon Berikan Bansos ke Relawan Lantas Banpol

Masyarakat juga diimbau untuk mengisi BBM sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam buku panduan kendaraan bermotor karena pabrikan telah menyesuaikan bahan bakar yang cocok sesuai jenis kendaraan.

Pergantian isi jenis BBM dengan kadar oktan (RON) yang berbeda juga tidak direkomendasikan.

Pengendara diimbau selalu konsisten dalam memilih bahan bakar yang berkualitas, agar mesin kendaraan selalu awet dan terawat.

Lebih aman menggunakan bahan bakar berkualitas dengan oktan/cetane yang direkomendasikan oleh pabrikan, agar mesin dapat bekerja secara maksimal.

Sumber: