Obat Sirup Mengandung EG dan DEG, Bunda Harus Tau dan Dicatat Ya

Obat Sirup Mengandung EG dan DEG, Bunda Harus Tau dan Dicatat Ya

Adanya pencemaran zat berbahaya dalam obat sirup yang menyebabkan banyaknya anak-anak meninggal dunia merupakan salah satu bentuk kejahatan kemanusiaan.-Ilustrasi/Dzulham Fadoli-radarcirebon.com

Radarcirebon.com, JAKARTA - Daftar obat sirup mengandung EG dan DEG atau etilen glikol dan dietilen glikol sesuai dengan rilis terbaru dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berdasarkan daftar terbaru obat sirup mengandung EG dan DEG hanya menyisakan 3 merk saja dari 1 produsen, sesuai rilis BPOM tertanggal 22, Oktober 2022.

Selain daftar obat sirup mengandung EG dan DEG, BPOM juga telah mempublikasikan obat yang dinyatakan aman dikonsumsi dan dijual bebas maupun bebas terbatas.

Adapun daftar obat sirup yang dinyatakan mengandung EG dan DEG tersebut, masuk dalam Lampiran 2 C dari Penjelasan BPOM RI nomor HM.01.1.2.10.22.173 tanggal 22, Oktober 2022.

BACA JUGA:Identitas Wanita Berhijab Terobos Istana Merdeka, Berstatus Mahasiswi

BACA JUGA:WhatsApp Error, Nggak Bisa Kirim WA, Cuma Muter-muter

Menurut BPOM, produk tersebut telah dilakukan pengujian dan dinyatakan mengandung cemaran etilen glikol dan dietilen glikol melebihi ambang batas aman dan telah diumumkan pada 20, Oktober 2022 berdasarkan data Kemenkes: 102 produk obat yang digunakan pasien.

Berikut adalah daftar obat sirup yang mengandung EG dan DEG melebihi ambang batas:

  1. Obat batuk Unibebi Cough Sirup produksi Universal Pharmaceutical Industries
  2. Obat demam Unibebi Demam Sirup produksi Universal Pharmaceutical Industries.
  3. Obat demam Unibebi Demam Drops produksi Universal Pharmaceutical Industries.

BACA JUGA:163 Daftar Obat Sirup yang Dijual Bebas, Bunda Coba Simak Update Terbaru dari Kemenkes dan BPOM

BACA JUGA:Efek Makan Terlalu Malam Bisa Menyebabkan Gangguan Kesehatan Serius, Berdasarkan Studi

Dijelaskan BPOm dalam pernyataan tertulis bahwa pada Konferensi Pers Kementerian Kesehatan tanggal 21 Oktober 2022 mengenai Perkembangan Penanganan Gangguan Ginjal Akut di Indonesia, telah diinformasikan 102 (seratus dua) produk obat yang digunakan pasien.

Dari informasi itu, BPOM melakukan penelusuran data registrasi untuk memastikan kandungan bahan yang digunakan pada 102 (seratus dua) produk obat.

Hasil pemeriksaan, 23 produk tidak menggunakan propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliserin/gliserol, aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai.

Berikutnya, 7 produk telah dilakukan pengujian dengan hasil dinyatakan aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: