Yamaha 2022-09

Mengenal Sesar Baribis Kendheng yang Melintasi Cirebon, Semarang dan Kota Besar Lainnya

Mengenal Sesar Baribis Kendheng yang Melintasi Cirebon, Semarang dan Kota Besar Lainnya

Sesar Baribis Majalengka yang merupakan bagian dari patahan aktif di Jawa Barat.-Ist-radarcirebon.com

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Sesar Baribis Kendheng Cirebon 1 melintasi kota-kota besar di Pantai Utara (Pantura) Jawa seperti Cirebon hingga Jakarta.

Dari penelitian, segmen Sesar Baribis Kendheng baru diketahui baru-baru ini dan ternyata adalah jalur sesar gempa aktif.

Karena itu, perlu penelitian serius mengenai jalur Sesar Baribis Kendheng tersebut, mengingat banyaknya kota dan permukiman di sepanjang kawasan tersebut.

Ahli Gempa Bumi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman Natawidjaja menjelaskan, ditemukannya sesar darat di sepanjang Pantura Jawa perlu ditindaklanjuti dengan mitigasi bencana.

BACA JUGA:Naysila Mirdad Disebut Sudah Mualaf, Begini Respons Putri Jamal Mirdad

BACA JUGA:Selain Sesar Cimandiri Ada Sesar Baribis Cirebon 1 di Majalengka, Magnitudo Tertarget 6,5

Sebab, Sesar Baribis Kendheng tersebut melintasi kota besar dengan penduduk yang padat seperti Cirebon, Surabaya, Semarang.

"Beberapa kota besar yang dilintasi sesar ini adalah Surabaya, Semarang, Cirebon," kata Dhany, seperti dimuat di laman resmi LIPI Media, dan dilansir radarcirebon.com, Kamis, 24, November 2022.

Sesar Baribis Kendheng, kata Danny bisa memicu gempa bumi dengan magnitudo 7 terutama di sekitar Kota Surabaya.

Sesar Kendeng ini, merupakan jenis patahan naik yang aktif. Masalahnya, periode berulangnya belum diketahui.

BACA JUGA:Rincian Gaji Wasit Piala Dunia 2022 Sudah Tahu? Ternyata Nilainya Fantastis

BACA JUGA:Kontes Gay Cianjur Viral, Dikaitkan dengan Penyebab Gempa, Begini Fakta Sesungguhnya

Di area ini, juga sering terekam gempa kecil. Seperti yang terjadi di Salatiga beberapa waktu lalu. Tetapi, belum diketahui dan belum dapat diprediksi terkait dengan gempa besar yang muncul.

Pergerakan sesar aktif ini memiliki kecepatan 5 milimeter per tahun dan terus ke wilayah DKI Jakarta.

Sumber: