Yamaha 2022-09

Mahkota Prabu Siliwangi, Terbuat dari Emas, Sekarang Ada di Tempat Ini

Mahkota Prabu Siliwangi, Terbuat dari Emas, Sekarang Ada di Tempat Ini

Mahkota Binokasih yang digunakan Prabu Siliwangi. -Museum Prabu Geusan Ulun-radarcirebon.com

SUMEDANG, RADARCIREBON.COM - Mahkota Prabu Siliwangi hingga kini masih dapat disaksikan masyarakat umum. Sekaligus menjadi saksi bisu kekuasaan Sri Baduga Maharaja.

Mahkota Prabu Siliwangi adalah bukti sahih dan peninggalan Kerajaan Sunda atau Pakuan Pajajaran. Dan tentunya menjadi peninggalan yang sangat berharga.

Karenanya, keberadaan Mahkota Prabu Siliwangi tersebut menjadi kekayaan sejarah bagi masyarakat Jawa Barat. Pasalnya, simbol kekuasaan ini, dulu digunakan ketika Sri Baduga Maharaja bertakhta.

Yang istimewa, Mahkota Binokasih seluruhnya terbuat dari emas. Hal itu, menjadi lambang kekuasaan serta kejayaan Kerajaan Sunda atau Pakuan Pajajaran di bawah kepemimpinan Prabu Siliwangi.

BACA JUGA:Wagub Jabar Dampingi Presiden Joko Widodo Tinjau Desa Terdampak Bencana Gempa Bumi di Cianjur

BACA JUGA:Diapresiasi Pemerintah Pusat, Program Jabar Masagi Akan Direplikasi secara Nasional

Lalu, bagaimana Mahkota Binokasih bisa selamat dan hingga kini masih terawat dengan baik? Mengingat di periode akhir kekuasannya, Pakuan Pajajaran dibombardir serangan Kesultanan Banten dan dibumi hanguskan.

Rupanya, pada 22, April 1573, Ratu Pucuk Umum dan Pangeran Kusumadinata menerima sepaket mahkota dan pakaian raja dari Prabu Siliwangi. Sehubungan situasi Kerajaan yang kian tersudut dari berbagai serangan.

Penyerahan beragam pusaka itu, dilakukan oleh para patih atau Kandaga Lante (sekarang setingkat bupati, red) di Keraton Sumedang Larang, yang bertepatan dengan Idul Fitri.

Keempat Kandaga Lante itu adalah Sanghyang Hawu atau Jaya Perkosa, Batara Dipati Wiradidjaya (Nangganan), Sangyang Kondanghapa, dan Batara Pancar Buana Terong Peot.

BACA JUGA:Pertemuan Berakhir Deadlock, Rahardjo Djali: Besok Kita Berkirim Surat ke Polres dan Kodim

BACA JUGA:Hilang di Laut Irlandia, Tariah Berharap Jasad Suaminya Ditemukan

Mereka berempat rupanya diutus oleh Prabu Siliwangi untuk menyerahkan paket tersebut. Lantas diterima oleh Ratu Pucuk Umum. Diantara barang pemberian itu adalah Mahkota Binokasih.

Mahkota Binokasih Simbol Kekuasan Pajajaran

Mahkota Binokasih dibuat semasa Prabu Bunisora pada tahun 1357-1371 M. Penyerahan mahkota kepada Keraton Sumedang Larang, tidak lepas dari upaya penyerahan simbol kekuasaan Pajajaran.

Situasi kerajaan yang kian genting, membuat diperlukannya langkah penyelamatan. Sehingga penyerahan mahkota hingga pakaian kebesaran juga pusaka kepada Keraton Sumedang Larang, tidak lain adalah penyerahan simbol kekuasaan Pajajaran.

Sekaligus menunjukkan bahwa Keraton Sumedang Larang adalah penerus dari Kerajaan Pajajaran. Lantas, pusaka dan mahkota itu diberikan kepada Pangeran Angkawijaya di Keraton Sumedang Larang.

BACA JUGA:Wabup Ayu Serahkan 3000 Asuransi Nelayan Binaan Cirebon Power

BACA JUGA:Pemprov Jabar Dorong Pelaku UMKM Miliki NIB, Upaya Pemerataan Kesejahteraan Melalui Program Ekonomi

Karena telah menerima Mahkota Binokasih, pakaian kerajaan dan pusaka lainnya, Pangeran Angkawijaya langsung dinobatkan sebagai Raja Sumedang Larang dengan gelar Prabu Geusan Ulun.

“Ghesan Ulun nyakrawartti mandala ning Pajajaran kangwus pralaya, ya ta sirnz, ing bhumi Parahyangan. Ikang kedatwan ratu Sumedang haneng Kutamaya ri Sumedangmandala (Geusan Ulun memerintah wilayah Pajajaran yang telah runtuh yaitu sirna di bumi Parahyangan)”.

Karena itulah Mahkota Binokasih Prabu Siliwangi bisa berada di Kabupaten Sumedang dan hingga kini masih tersimpan dengan aman bersama pusaka lain, seperti kujang, juga beragam perangkat.

Beragam peninggalan itu, berada di Museum Prabu Geusan Ulun. Pengunjung hingga kini bisa menyaksikan secara langsung peninggalan Raja Sunda yang tersohor itu.

BACA JUGA:Gawat, Ilmuan Memprediksi Bumi Akan Memasuki Masa Kepunahan Keenam

BACA JUGA:Pengguna iphone harus tau ! 4 cara membersihkan memori iphone terbukti ampuh !

Untuk yang ingin berkunjung, Museum Geusan Ulun berada di Jalan Prabu Geusan Ulun No. 408, Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, 45311.

Demikian kisah Mahkota Binokasih Prabu Siliwangi yang hingga kini masih dapat dijumpai keberadaannya.

Sumber: