Yamaha 2022-09

Makam Raden Kian Santang, Sering Disebut Makam Godog, Anak Prabu Siliwangi

Makam Raden Kian Santang, Sering Disebut Makam Godog, Anak Prabu Siliwangi

Makam Raden Kian Santang di Makam Godog, Kabupaten Garut.-Ist/G-Maps-radarcirebon.com

GARUT, RADARCIREBON.COM - Makam Raden Kian Santang berada di lereng Gunung Karacak, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangwapitan Kabupaten Garut dan sering disebut juga Makam Godog.

Makam Raden Kian Santang atau Syekh Sunan Rohmat Suci berada di area gunung, sehingga untuk menuju ke lokasi harus berjalan melalui puluhan anak tangga.

Makam Godog yang diyakini tempat Raden Kian Santang putera Prabu Siliwangi disemayamkan, hingga kini menjadi destinasi wisata religi favorit di Kabupaten Garut.

Kandidat Peneliti PMB LIPI di laman PMB Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Muhammad Luthfi menjelaskan, Prabu Kian Santang oleh masyarakt disebut dengan Syekh Sunan Rohmat Suci.

BACA JUGA:Ya Allah! Gempa Susulan di Cianjur Sampai Hari Ini Sudah 236 Kali, yang Terbesar 4,2 Magnitudo

BACA JUGA:Ngeri! Ada Ratusan Kali Gempa Susulan Pasca Tragedi 5.6 Magnitudo di Cianjur

"Masyarakat meyakini kalau Raden Kian Santang dimakamkan di daerah itu," tulis Muhammad Luthfi.

Dijelaskan bahwa, Prabu Kian Santang adalah putra dari Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja, Raja Kerajaan Sunda.

Namun, Prabu Siliwangi beragama Hindu. Sedangkan Kian Santang beragama Islam. Hal itu, karena ibu dari Kian Santang yang dinikahi Prabu Siliwangi memang seorang muslimah yakni Nyi Subang Larang.

Dikisahkan bahwa saat dewasa, Kian Santang pergi ke tanah suci dan ibadah haji. Saat pulang, dia membawa sewadah tanah.

BACA JUGA:Siapkan Uang! Mobil Listrik Bekas G20 Dijual, Harga Segini

BACA JUGA:Bermain Epik, Portugal Berhasil Kalahkan Ghana dengan Skor Tipis 3-2

"Sepanjang perjalanan menyusuri Nusantara, tanah itu berceceran. Di setiap tempat tanah itu berceceran, lahir Wali Songo," kisahnya.

Bahkan saat perjalanan menuju Gunung Suci di Garut, tanah yang dibawa ternyata bergoyang. Atau dalam bahasa Sunda ngagodeg.

Sumber: