Yamaha 2022-09

Sesar Baribis Majalengka Bisa Gempa Darat Seperti Sesar Cimandiri Cianjur, Begini Penjelasannya

Sesar Baribis Majalengka Bisa Gempa Darat Seperti Sesar Cimandiri Cianjur, Begini Penjelasannya

Sesar Baribis Majalengka yang merupakan bagian dari patahan aktif di Jawa Barat.-Ist-radarcirebon.com

MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM - Sesar Baribis Majalengka bisa terjadi gempa dangkal seperti yang  terjadi pada Sesar Cimandiri di Kabupaten Cianjur.

Gempa kerak dangkal di Sesar Cimandiri hingga Baribis di Majalengka, umumnya berada di kisaran kedalaman 1 sampai dengan 30 kilometer.

Karena itu, karakter Sesar Cimandiri, Sesar Baribis Majalengka, Sesar Citarik dan lainnya, perlu diwaspadai lantaran potensi merusak.

"Gempa kerak dangkal kedalaman umumnya 1-30 kilometer. Zona sumber gempa ini di Jawa Barat cukuo banyak," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, yang dikutip radarcirebon.com, Jumat, 25, November 2022.

BACA JUGA:Makam Raden Kian Santang, Sering Disebut Makam Godog, Anak Prabu Siliwangi

Sesar Baribis sendiri berada di Desa Baribis, Kabupaten Majalengka yang memanjang ke arah Subang, Karawang hingga bagian selatan Jakarta.

Tidak hanya itu, ada juga Sesar Baribis Kendheng Cirebon 1 yang memanjang ke arah Cirebon, dan Pantai Utara Jawa.

Sesar Kendheng ini berlanjut ke Brebes, Pemalang, Semarang sampai ke Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Untuk Sesar Baribis Kendeng Cirebon 1, memiliki potensi gempa tertarget 6,5 magnitudo. Tentu saja, keberadaannya patut diwaspadai dan dimitigasi mengingat ini adalah patahan aktif.

BACA JUGA:Ya Allah! Gempa Susulan di Cianjur Sampai Hari Ini Sudah 236 Kali, yang Terbesar 4,2 Magnitudo

Menurut Daryono, sumber gempa dangkal di Jawa Barat diantaranya adalah Sesar Cimandiri, Sesar Baribis, Sesar Citarik, Sesar Cipamingkis, Sesar Lembang, dan Sesar Cirata.

"Karakter gempa kerak dangkal dengan frekuensi tinggi ini akan banyak menimbulkan kerusakan karena guncangan tanah yang dibangkitkan sangat kuat," katanya.

Tidak heran jika gempa Cianjur dengan kedalaman dangkal ini kaya akan frekuensi tinggi sehingga menimbulkan guncangan yang besar, hingga menciptakan kerusakan yang parah.

Gelombang gempa dengan konten frekuensi tinggi ini akan diperparah jika wilayah yang dilanda gempa tersusun oleh tanah lunak dan tebal.

Sumber: