11.000 Mutiara, 4.000 Rubi, 400 Safir Merah, Harta Karun di Laut Cirebon Terbesar setelah Kapal Spanyol Atocha

11.000 Mutiara, 4.000 Rubi, 400 Safir Merah, Harta Karun di Laut Cirebon Terbesar setelah Kapal Spanyol Atocha

Butuh 22.000 kali penyelaman untuk dapat menemukan harta karun di Laut Cirebon.-Istimewa-radarcirebon.com

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Laut dangkal CIREBON menjadi tempat bersemayam harta karun dari kapal-kapal saudagar Persia, Arab, India dan Tiongkok yang karam berabad-abad silam.

Pada pengangkatan yang dilakukan di tahun 2004-2005, sebanyak 11.000 mutiara, 4.000 rubi, 400 safir merah, dan 2.200 batu akik merah ditemukan.

Penemuan harta karun di perairan Cirebon tersebut bikin geger dunia, karena nilainya yang sangat fantastis.

Bahkan, tidak kalah menggegerkan dunia seperti saat ditemukannya harta karun di kapal Galeon Spanyol Atocha.

BACA JUGA:Laga Perdana Grup B Piala AFF U-23 2023, Timnas Indonesia Siap Hadapi Malaysia

Kapal Spanyol tersebut tenggelam di perairan Florida, Amerika Serikat pada tahun 1622, beserta barang bawaannya yang sangat bernilai.

Kendati demikian, perlindungan terhadap harta karun bawah laut di perairan Cirebon cukup mengkhawatirkan.

Mengingat laut di kawasan ini termasuk dalam perairan dangkal. Pada jarak pada jarak 4 kilometer atau 2,3 mil laut dari garis pantai kedalamannya hanya 5 meter. Pada jarak rata-rata 13 km atau 7 mil laut) kedalaman menjadi 10 meter.

Sedangkan pada jarak 21 km (13 mil laut) kedalaman mencapai 20 meter. Kontur kedalaman kurang dari 5 meter memperlihatkan kondisi yang relatif sejajar dengan garis pantai (Alzwar, 1992).

BACA JUGA:Sambut Kehadiran Rute Penerbangan Kertajati-Nusawiru, Diam-diam Pemprov Jabar Bangun Jembatan Ini

Penemuan harta karun di laut Cirebon juga diawali dari adanya sebagian benda yang tersangkut jaring kapal nelayan.

Temuan tersebut kemudian menarik perhatian dari pemburu harta karun yang lantas melakukan pencarian secara serius, tentunya dengan perizinan pemerintah.

Tentu saja upaya pencarian tersebut membutuhkan dana tidak sedikit. Luc Heymans bersama tim, melakukan 22.000 kali penyelaman untuk melakukan pengangkatan materiak dari bawah laut.

Upaya ini dilakukan selama kurang lebih 1 tahun, sampai kemudian harta karun yang berhasil diangkat dapat dilakukan pelelangan di tahun 2010.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: