Ribuan Honorer K2 Siap Aksi ke Jakarta

Ribuan Honorer K2 Siap Aksi ke Jakarta

MAJALENGKA – Tidak kunjung diberitahukannya pengumuman CPNS membuat sejumlah tenaga honorer K2 geram. Bahkan mereka berencana akan mengontrog ke kantor kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Kemen PAN-RB) terkait masih mengulur-ulur waktu pengumuman tersebut. Sekretaris Komunitas Tenaga Sukwan Indonesia (KTSI) Kabupaten Majalengka Tatang Kamis (6/2) menegaskan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan tenaga honorer K2 lainnya yang berada di Jakarta mengingat rencana ontrog kantor Kemen PAN-RB. “Kita masih menunggu waktunya saja. Karena kami sudah berkoordinasi dengan mereka yang berada di Jakarta. Kami siap turun langsung bersama ribuan tenaga honorer lainnya,” tuturnya. Ia mengatakan, beberapa orang yang tergabung dalam KTSI berharap keputusan pengumuman CPNS segera dilaksanakan dan pihaknya juga segera diangkat menjadi PNS. Jika terdapat masalah dalam hal keuangan sejatinya bisa dilakukan secara bertahap. Seperti pada peraturan pemerintah (PP) nomor 56 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas perubahan kedua atas PP 48 tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi calon pegawai negeri sipil. Dimana dari peraturan tersebut antara lain mengatur mengenai ketentuan pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS yang dilakukan secara bertahap mulai tahun anggaran 2005 dan paling lambat selesai tahun 2009. Artinya, dari aturan itu pihaknya mendukung kebijakan yang dikeluarkan yakni afirmasi. Pasalnya, kebijakan tersebut tidak hanya pengangkatan melalui testing saja melainkan lebih penting masa kerja dan pengalaman. “Karena kalau hanya mengacu melalui testing saja tentunya tidak bisa mengukur. Jelas lebih efektif dari prioritas masa kerja,” terangnya. KTSI Majalengka juga berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Majalengka untuk bisa mengakomodir tenaga sukwan. Pasalnya, pihaknya perlu adanya pengakuan status selama beberapa tahun mengabdi. Di samping pihaknya tengah berjuang tentang persoalan dan masalah aturan yang terjadi. Senada juga disampaikan Nur yang siap berangkat ke Jakarta bersama ribuan honorer lainnya. Namun dirinya berbeda dengan Tatang bahwa munculnya kebijakan afirmasi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat melalui Kemen PAN-RB. Ia beranggapan jika ada pengumuman dinilai tidak konsisten dengan aturan main testing awal. Hasil kebijakan sangat merugikan bagi mereka yang sudah benar-benar semangat dan optimis mengikuti testing malah kalah semangatnya dari kebijakan tersebut. Kalau dari testing seharusnya diumumkan saja secara transparan jangan malah tiba-tiba muncul kebijakan. Sejatinya Kemen PAN-RB bersama BKN berkomitmen jangan disamakan bisa merugikan kesempatan bagi peserta yang lainnya. “Jangan ujug-ujug setelah hasil testing malah muncul adanya kebijakan. Didahulukan yang lebih tua dan lamanya masa kerja. Padahal semua honorer itu sama mengikuti testing dari awal juga. Ia menilai panitia seleksi nasional (panselnas) tidak bersikap profesional. Jika tim dari panitia seleksi tidak bisa bekerja secara maksimal mengenai pengangkatan tenaga honorer K2 ini atau terkesan angkat tangan diharapkan untuk menyerahkan saja sepenuhnya kepada presiden. Pasalnya, sudah ketiga kalinya pengumuman kelulusan CPNS ini selalu diundur. “Dari mulai Desember 2013, minggu keempat Januari bulan lalu, sampai dengan Rabu (5/2) kemarin masih juga belum muncul. Kami mempertanyakan pihak kemenpan dan panselnas. Kalau sampai dengan bulan Februari ini belum juga ada keputusan, tentunya kami siap akan ke Jakarta,” tegasnya. Terpisah, Kasie Bidang Formasi dan Pengadaan Pegawai BKD Majalengka Sukiman SSos saat ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan, pihaknya mendapatkan informasi dari Kemen PAN-RB melalui surat pemberitahuan yang sudah tersebar di website. Surat pemberitahuan nomor:B/758/S.PAN-RB/2/2014 bahwa pengumuman kelulusan peserta seleksi CPNS dari tenaga honorer kategori II tahun 2013 yang semula dilaksanakan pada tanggal 5 Februari 2014 dikarenakan ada kendala teknis, maka pengumuman kelulusan seleksi CPNS dari tenaga honorer K2 ditunda dalam waktu yang tidak terlalu lama. Surat pemberitahuan itu baru didapati BKD Majalengka dari situs resmi pada Kamis (6/2) pagi sekitar pukul 03.00 WIB. Tidak hanya itu, persoalan lain yakni situs resmi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) hingga pukul 12.00 WIB malah tidak bisa diakses secara mendadak. “Artinya melalui surat pemberitahuan tersebut bahwa pengumuman masih belum jelas. Mungkin bisa waktunya dua sampai tiga hari ke depan. Kalau lewat dari bulan ini dinilai sudah bisa ditolelir lagi,” katanya. Ditanya terkait ancaman ribuan K2 Majalengka yang akan mengontrog ke Jakarta, menurut Sukiman itu merupakan hak mereka. Pihaknya hanya mengimbau kepada ribuan honorer kategori II di wilayahnya untuk bersabar terlebih dahulu dalam kurun waktu beberapa hari ke depan. Sebab, lambat laun tentunya kemen PAN-RB bakal bisa mengumumkan hasil tersebut. (ono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: