Jawaban Kuryati, Kuwu Desa Surakarta Cirebon yang Dituntut Mundur: Tidak Semudahnya Gitu Menginikan Kuwu!

Jawaban Kuryati, Kuwu Desa Surakarta Cirebon yang Dituntut Mundur: Tidak Semudahnya Gitu Menginikan Kuwu!

Kuryati, Kuwu Desa Surakarta, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, saat memberikan pernyataan pada wartawan. Foto:-Dedi Haryadi-Radarcirebon.com

Meski demikian, Kuryati mengatakan, menerima kritikan dari masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa hari ini. 

“Ya, namanya aspirasi saya terima,” ucapnya.

BACA JUGA:Marak Upaya Gusur dan Geser Suara, Mahfuz Sidik: Ini Bentuk Praktik Kecurangan Pemilu Legislatif

Warga Ancam Lapor Polisi

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Surakarta, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon gelar demo menuntut kuwu mundur dari jabatannya.

Warga merasa tidak puas dengan kepemimpinan Kuryati. Menurut mereka, selama 3 tahun menjabat, tidak ada kebijakan pro rakyat yang dijalankan.

Hamdan Fanitio, salah satu warga yang ikut berdemo mengatakan, rakyat sudah gerah dan kesal lantaran perilaku kuwu yang tidak mencerminkan diri sebagai pemimpin.

“Masyarakat Desa  Surakarta, hari ini, sudah sangat tidak puas dengan pelayanan Kuwu Surakarta dan juga Pemerintahan Desa Surakarta,” katanya kepada wartawan di tengah aksi unjuk rasa.

“Masyarakat Surakarta menginginkan Kuwu Surakarta untuk mengundurkan diri, untuk turun dari jabatannya,” tandasnya.

Menurut dia, tidak ada kebijakan dari pemerintah desa yang menguntungkan rakyat. Bahkan pelayanan publik dipersulit.

Untuk mengurus administrasi, lanjut Hamdan, warga Desa Surakarta sampai harus mengeluarkan biaya sampai Rp300 ribu.

“Bahkan terjadi praktik-praktik pungli (pungutan liar),” katanya.

Lebih lanjut Hamdan mengungkapkan, sebelum menggelar unjuk rasa, masyarakat sudah menjalani mediasi dan audiensi dengan pemerintah desa. Namun tidak ada perubahan.

“Sebelumnya kami masih sabar, kami masih pakai cara yang santun. Masih audiensi, masih mediasi. Cara rakyat kita pakai,” ungkapnya.

 “Sekarang rakyat sudah tidak puas, rakyat tidak mau lagi dipimpin kuwu yang zalim,” tegas Hamdan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: